web analytics
  

Pencuri Kotak Amal Masjid di Tasik Diamankan Polisi

Jumat, 8 November 2019 15:51 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Nasional, Pencuri Kotak Amal Masjid di Tasik Diamankan Polisi, pencuri kotak amal, kotak amal masjid, pencuri di tasik, pencuri kotak amal masjid di tasik

Pencuri kotak amal masjid di Tasikmalaya diamanakan polisi. (ayotasik.com/Irpan Wahab)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM--Kepolisian Polres Tasikmalaya berhasil mengamankan pelaku pencurian kotak amal masjid yang sempat meresahkan pengurus masjid di wilayah Tasikmalaya. Pelaku diamankan saat aksi nekatnya membongkar kotak amal masjid As-Siddiqin kampung Panugaran Desa dan Kecamatan Mangunreja dipergoki warga.

Warga yang geram dengan aksinya tersebut sempat tersulut emosi dan hendak menghakimi pelaku. Namun beruntung, petugas kepolisian yang cepat datang ke lokasi bisa mengamankan pelaku ke Mapolres Tasikmalaya.

AYO BACA : Inspektorat Kabupaten Tasik Optimalkan Pencegahan Pelanggaran Pembangunan Desa

Wahyu (39) warga Pameungpeuk Kabupaten Garut ini mengaku, nekat melakukan pencurian karena terdesak kebutuhan untuk pulang ke kampung halamannya. Ia tidak bermaksud untuk mencuri seluruh uang yang ada dikota amal, tetapi hanya sebagian untuk keperluan ongkos kendaraan.

“Kalau saya ninat diambil semua saya mau, saya ambil bawa buat ongkos,” kata Wahyu, Jumat (8/11/2019).

AYO BACA : Menengok Peran UPCPK di Tengah Masyarakat Tasik

Berdasarkan penyidikan sementara kepolisian, pelaku menjalankan aksinya saat masjid dalam kondisi sepi. Ia merusak bagian bawah kotak amal dan membawa uang yang berada didalamnya. Bahkan, uang hasil curiannya itu ia simpan di celana dalam.

“Kita juga masih mendalami seperti apa modusnya, apakah ada kaitannya dengan jaringan spesialis. Kita masih lakukan pemeriksaan lebih mendalam,“ kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP. Siswo Tarigan.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah uang mulai dari pecahan dua ribu hingga dua puluh ribu rupiah. Atas perbuatannya itu, pelaku terancam pasal 362 KUH Pidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

AYO BACA : Memudarnya Budaya 'Jumsih' di Priangan Timur

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers