web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Perda KTR Akan Diberlakukan, Marlan Ingin PNS yang Pertama Kena Denda

Jumat, 8 November 2019 11:59 WIB Mildan Abdalloh

Ilustrasi kawasan tanpa rokok. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Bandung Marlan berharap aparatur sipil negara (ASN) bisa jadi yang pertama didenda jika merokok sembarangan. Hal ini sesuai dengan Perda Kabupaten Bandung nomor 13 tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang akan diberlakukan mulai 1 januari 2020.

AYO BACA : Mulai 1 Januari, Merokok Sembarangan Didenda Rp50 Juta

"Saya berharap yang terkena sanksi pertama itu ASN. Kalau perlu sanksi yang diberikan bukan denda, tapi kurungan," katanya, Jumat (8/11/2019).

AYO BACA : Pemkot Bandung Presentasikan Program KTR di Inggris dan Irlandia

Dengan berlakunya Perda 13/2017, Marlan berharap ASN bisa memberi teladan kepada masyarakat dengan tidak merokok di tempat yang dilarang. Bahkan, selain dikenakan sanksi, ASN yang melanggar Perda KTR menurutnya bisa dibuat malu dengan dipanggil dan diumumkan saat apel bahwa yang bersangkutan telah melanggar Perda.

"Supaya kapok. Jangan sampai kita (Pemerintah) yang membuat aturan, tapi jadi pelanggar aturan buatan sendiri," tegasnya.

Dia menjelaskan, pelanggar Perda akan dikenakan sanksi pidana atau denda. "Denda pelanggar dari mulai kurungan 7 hari atau denda maksimal Rp50 juta," tutur Marlan.

AYO BACA : Bisa Ditiru, Ini Cara MAN 2 Bandung Bebaskan Siswa dari Jerat Rokok

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers