web analytics
  

Pertahankan Ketahanan Pangan, Desa Palir Tak Izinkan Pendirian Perumahan

Rabu, 6 November 2019 14:50 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Pertahankan Ketahanan Pangan, Desa Palir Tak Izinkan Pendirian Perumahan, cirebon, desa palir cirebon, sampah ke sungai, sungai cirebon, ketahanan pangan

Kuwu Palir, Durakman (berbaju biru) menunjukkan lahan pertanian yang jadi andalan warganya. (ayocirebon.com/Erika Lia)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM--Maraknya alih fungsi lahan menjadi pemukiman warga berpotensi mengancam ketahanan pangan. Salah satu desa di Kabupaten Cirebon memiliki kebijakan melarang pendirian perumahan.

Warga Desa Palir di Kecamatan Tengahtani selama ini mengandalkan lahan pertanian sebagai area mata pencaharian. Padi, timun, bayam, bengkoang, daun kemangi, menjadi sebagian tanaman yang memenuhi ladang-ladang di desa ini.

Kala panen, sebagian tanaman dijual ke pasar-pasar tradisional. Sebagian lain dikonsumsi sendiri warganya.

"Sekitar empat bulan sekali, padi dipanen di sini (Desa Palir). Lalu, Bengkoang 3-4 bulan, bayam setiap bulan, timun dan kacang panjang setiap dua bulan sekali, sedangkan daun kemangi bisa setiap hari dipanen," beber Kuwu (Kepala Desa) Palir, Durakman kepada Ayocirebon.com.

Bayam, imbuhnya, menjadi salah satu hasil pertanian terbanyak di desa ini. Namun belakangan, kemangi tengah naik daun yang ditandai tingginya permintaan dari luar desa.

Durakman menduga, seiring populernya wisata kuliner, daun kemangi kini banyak dicari para pedagang makanan. Alhasil, warga di desa yang menanam kemangi pun lebih rajin mengurus tanamannya.

AYO BACA : Kantor Disdukcapil Kota Cirebon Ambruk Saat Direnovasi

Pertanian memang menjadi fokus utama pihak pemerintah desa (pemdes) setempat. Menurut Durakman, bertani menjadi salah satu usaha yanga banyak digeluti warga Desa Palir, selain merantau ke kota-kota besar.

"Di sini tidak ada pabrik, jadi tidak ada warga yang bekerja sebagai buruh pabrik. Kebanyakan bertani atau merantau di Jakarta, Bekasi, Karawang, dan lainnya," paparnya.

Ketiadaan pabrik di desa tersebut bukan tanpa sebab. Menurutnya, pabrik tidak diizinkan berdiri di wilayah Desa Palir.

Tak hanya pabrik, developer perumahan pun tak diberi peluang mendirikan bangunan di sana. Termasuk pula minimarket.

"Banyak developer yang mau beli tanah di sini untuk dibangun perumahan, tapi saya tolak," ungkapnya.

Pihaknya tak mau lahan pertanian di desa itu berubah menjadi pemukiman. Menurutnya, tanah harus menjadi penopang kehidupan masyarakat Desa Palir.

AYO BACA : Dinilai Berkhasiat, Air Bekas Cucian Gong Cirebon Sekati Diperebutkan Warga

Dirinya tak menghendaki masyarakat beroleh ganti rugi atas pembelian lahan, untuk selanjutnya kehilangan mata pencaharian yang berkelanjutan.

Meski masih terhitung tak besar, imbuhnya, setidaknya hasil pertanian di Desa Palir cukup untuk menghidupi dan dikonsumsi masyarakatnya sendiri. Nyatanya, Palir sendiri telah menjadi salah satu desa yang menopang ketahanan pangan Kabupaten Cirebon.

"Minimal, hasil pertanian bisa untuk dikonsumsi keluarga petani itu sendiri, tidak usah beli di luar. Saya tidak mau warga di sini dibayar ganti rugi sekali oleh developer, lalu ke sananya (di waktu mendatang) justru tidak punya mata pencarian," tegasnya.

Selain ketahanan pangan dan faktor ekonomi, larangan pendirian perumahan juga berkaitan dengan kekhawatiran pihaknya atas kemungkinan degradasi nilai-nilai sosial yang berlaku di tengah masyarakat Palir. Dalam hal ini, para pendatang yang menghuni perumahan dan hadir di tengah-tengah warga Palir menjadi isu utamanya.

Durakman memastikan, nilai-nilai sosial yang dianut warganya selama ini telah membentuk identitas Palir sendiri.

Desa ini pun sampai kini masih melaksanakan ritual sedekah bumi sebagai bentuk rasa syukur terhadap Tuhan atas hasil pertanian. Setahun sekali, mereka mengadakan upacara yang diisi dengan tahlil serta pertunjukan kesenian, seperti wayang atau sandiwara sejak siang hingga malam.

"Sedekah bumi itu syukuran kami kepada Tuhan. Kami masih melaksanakan itu sebagai tradisi," tandasnya

AYO BACA : Cegah Buang Sampah ke Sungai, Ini Upaya Kreatif Desa Palir Cirebon

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Lebaran Tanpa Mudik, Bentuk Pengorbanan Selama (Masih) Pandemi

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 21:44 WIB

Pemerintah mengakui tak mungkin menahan laju pemudik dengan sempurna. Namun, pengorbanan dibutuhkan demi kepentingan leb...

Umum - Regional, Lebaran Tanpa Mudik, Bentuk Pengorbanan Selama (Masih) Pandemi, Lebaran Tanpa Mudik,Larangan Mudik 2021,penyekatan pemudik,penyekatan pemudik di Kota Cirebon

Ini Modus Pemudik Untuk Kelabui Petugas Pos Penyekatan

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 21:17 WIB

Modus pemudik untuk melewati pos penyekatan sangat beraneka ragam. Mereka akan berusaha atau mengupayakan segala cara ag...

Umum - Regional, Ini Modus Pemudik Untuk Kelabui Petugas Pos Penyekatan, Modus Pemudik,penyekatan pemudik di Tasik,Larangan Mudik di Tasik,Polres Tasikmalaya Kota

2 Hari Penyekatan, 407 Kendaraan di Majalengka Diputarbalikan

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 20:11 WIB

Sepanjang 2 hari penyekatan Operasi Ketupat Lodaya 2021, sedikitnya 407 kendaraan yang hendak melintasi Kabupaten Majale...

Umum - Regional, 2 Hari Penyekatan, 407 Kendaraan di Majalengka Diputarbalikan, Operasi Ketupat Lodaya 2021,Penyekatan larangan mudik,Pemudik Bandel,pemudik,Penyebaran Covid-19

Forkopimda dan PWI Cianjur Perkuat Kemitraan, Ini Alasannya

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 19:54 WIB

Meningkatkan kemitraan dengan rekan-rekan wartawan ini menyikapi adanya dugaan kekerasan terhadap wartawan majalah Tempo...

Umum - Regional, Forkopimda dan PWI Cianjur Perkuat Kemitraan, Ini Alasannya, Forkopimda,PWI Cianjur,Kekerasan terhadap Wartawan

Malam Hari, Waktu Rawan Pemudik Melintas

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 19:25 WIB

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya AKP Herman Junaedi mengatakan, malam hari merupakan waktu yang sering dimanfaatkan oleh...

Umum - Regional, Malam Hari, Waktu Rawan Pemudik Melintas, Penyekatan Pemudik Malam,Polres Tasikmalaya,Pemudik Melintas Malam Hari

Uniknya Desain Masjid Raya Seribu Bulan di Banyumas Karya Ridwan Kamil

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 18:12 WIB

Gagasannya dari lailatul qadar, malam turunnya Al Quran.

Umum - Regional, Uniknya Desain Masjid Raya Seribu Bulan di Banyumas Karya Ridwan Kamil, Masjid Seribu Bulan,Desain Masjid Ridwan Kamil,Masjid Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo

Puluhan Warga dari 3 Kampung di Cianjur Keracunan Kulit Goreng

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 17:29 WIB

Puluhan Warga dari 3 Kampung di Cianjur Keracunan Kulit Goreng

Umum - Regional, Puluhan Warga dari 3 Kampung di Cianjur Keracunan Kulit Goreng, keracunan makanan Cianjur,keracunan kulit goreng Cianjur,Cianjur,keracunan Makanan

Wisata Pangandaran Tetap Dibuka Saat Lebaran

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 17:13 WIB

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran berencana akan tetap membuka desntinasi wisata saat Lebaran 1442 H. Hanya saja...

Umum - Regional, Wisata Pangandaran Tetap Dibuka Saat Lebaran, Pantai Pangandaran,Wisata Pangandaran,wisata pangandaran lebaran,Pangandaran

artikel terkait

dewanpers