web analytics
  

Kasus DBD hingga Oktober Capai 110.921, Jawa Barat Tertinggi

Selasa, 5 November 2019 12:56 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Nasional, Kasus DBD hingga Oktober Capai 110.921, Jawa Barat Tertinggi, Kasus, DBD, Oktober, 110.921, Jawa Barat, Tertinggi,

Ilustrasi nyamuk penyebab penyakit DBD. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Kesehatan RI mencatat terjadi 110.921 kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia pada Januari hingga 31 Oktober 2019. Kasus tertinggi ditemukan di Provinsi Jawa Barat dengan total 19.240 kasus.

"Angka ini meningkat cukup drastis dari 2018 dengan jumlah kasus berada pada angka 65.602 kasus," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi di Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Ia menjelaskan, peningkatan kasus DBD pada 2019 salah satunya disebabkan karena beberapa kabupaten dan kota di Indonesia mengalami kejadian luar biasa.

Selain itu, masih banyak masyarakat yang tidak melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin. Misalnya, mengumpulkan dan membersihkan botol-botol minuman yang bisa menjadi sarang nyamuk.

AYO BACA : Kenali Gejala dan Cara Pengobatan DBD pada Bayi

Kabupaten dan kota yang mengalami KLB DBD tersebut di antaranya Kota Manado, Kota Kupang, dan Labuan Bajo sehingga total kasus mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Siti mengatakan, kasus DBD tertinggi per 31 Oktober 2019 ditemukan di Provinsi Jawa Barat dengan total 19.240 kasus.

Kemudian, Jawa Timur 16.699 kasus, Jawa Tengah 8.501 kasus, Jakarta 8.408 kasus, Sumatra Utara 5.721 kasus, dan Lampung 5.369 kasus.

"Secara keseluruhan kasus terbanyak ditemukan di Pulau Jawa dan Bali dengan total 61.071 kasus. Kemudian Pulau Sumatra sebanyak 21.896 kasus," ujarnya.

AYO BACA : Warga Bandung Harus Waspada DBD

Namun, kata dia, tingginya angka DBD di Tanah Air tidak berarti semua daerah terdampak. Melainkan masih ada beberapa daerah yang berada pada zona hijau dengan angka DBD cukup rendah.

Daerah-daerah tergolong aman tersebut di antaranya Papua Barat dengan angka DBD terendah yakni 49 kasus, Papua 132 kasus, Maluku 245 kasus, Sulawesi Barat 559 kasus, dan Bangka Belitung 632 kasus.

Selain itu, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara berada pada zona hijau dengan angka temuan DBD di bawah 1.400 kasus.

Sementara itu, berdasarkan usia, Siti menjelaskan temuan kasus DBD di berbagai daerah tersebut didominasi oleh usia 5-14 tahun atau 43,25% dari keseluruhan kasus.

Selanjutnya, usia 15-44 tahun sebanyak 36,46%, di atas 44 tahun 9,68%, usia 1-4 tahun 8,54 kasus dan terendah pada usia di bawah 1 tahun dengan persentase 2,07.

"Kita terus mengajak masyarakat untuk melakukan PSN di lingkungan masing-masing agar terhindar dari DBD," ujar dia.

AYO BACA : Ikan Cupang, si Kecil Pemakan Jentik Nyamuk DBD

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers