web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Hortikultura Salah Satu Fokus Mentan Tingkatkan Devisa dan Kesejahteraan

Selasa, 5 November 2019 09:48 WIB M. Naufal Hafizh

Peningkatan nilai tambah dan daya saing merupakan aspek terpenting dari grand design pengembangan komoditas hortikultura. Produk-produk hortikultura ke depan harus lebih mampu bersaing di pasar internasional.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Peningkatan nilai tambah dan daya saing merupakan aspek terpenting dari grand design pengembangan komoditas hortikultura. Produk-produk hortikultura ke depan harus lebih mampu bersaing di pasar internasional.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sektor hortikultura sangat menjanjikan untuk peningkatan devisa, sekaligus kesejahteraan rakyat. Menurut SYL, perlu keseriusan dan kerja sama semua pihak.

Selain itu, kemandirian petani perlu ditingkatkan. Perlu dihitung dari budidaya sampai dengan industri dan pasar.

AYO BACA : Meski Harga Cabai Tinggi, Kabupaten Bandung Justru Alami Surplus

"Ke depan harus ada daerah sentra-sentra komoditas, dengan ditanganinya hulu sampai hillir. Dengan cashflow dan perencanaan yang baik semuanya akan berjalan dengan baik dan menguntungkan bagi petani," jelas SYL.

Di tempat lain, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan langkah strategis sesuai arahan Menteri SYL.

Menurutnya, peningkatan nilai tambah dan daya saing akses ekspor hortikultura menjadi sebuah keniscayaan. “Produk hortikultura yang berdaya saing, sehingga bisa berjaya di dunia internasional," kata Prihasto.

AYO BACA : Mentan Klaim Ekspor Holtikultura Meningkat 24%

Dia menjelaskan, Kementerian Pertanian telah merumuskan arah pengembangan hortikultura dalam lima tahun ke depan, khususnya daya saing komoditas hortikultura.

"Kita harap nantinya bisa menstimulus terhadap ekspor, produk berdaya saing, serta memacu peningkatan ekonomi," beber Prihasto saat memberikan kuliah umum bertajuk 'Kebijakan Strategi Kementerian Pertanian Dalam Pembangunan Hortikultura 2020-2024' di Aula Pascasarjana Universitas Haluoleo, Minggu (4/11/2019).

Dia menambahkan, mulai 2020, pengembangan kawasan hortikultura akan dilakukan secara masif. Artinya, ketika di satu daerah ada komoditas hortikultura yang potensial, bantuannya akan dimasifkan.

"Misalnya satu daerah punya 50 hektare kawasan buah. Kemudian hasil panennya bagus. Nanti kita akan perluas skalanya sampai 200 hektare. Kami berikan juga bibit unggul," ujar Prihasto.

Kementan, kata dia, siap memberikan bantuan bibit, pupuk, hingga pengendalian OPT selama 5 tahun ke depan.

"Muaranya nanti adalah bagaimana tercipta basis-basis komoditas hortikultura yang besar dan terintegrasi. One Village One Variety. Ketika ada pasar ekspor, mempermudah memasarkan," ujarnya.

AYO BACA : Jabar Alokasikan Rp114 Miliar Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers