web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Perampok Nasabah Modus 'Pecah Ban' Gasak Uang Hampir Setengah Miliar

Senin, 4 November 2019 19:48 WIB Faqih Rohman Syafei

Komplotan perampok uang nasabah saat di ekspose di Mapolsek Lengkong, Bandung, Senin (4/11/2019). (Ayobandung.com/Faqih Rohman)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Polsek Lengkong membekuk komplotan perampok uang nasabah. Atas perbuatannya para tersangka terancam kurungan minimal lima tahun penjara.

"Kami amankan enam orang tersangka, yakni WJ, MP, YI, ME, RP, dan EY," ujar Kapolsek Lengkong, Kompol Kusna Jefridja di Mapolsek Lengkong, Senin (4/11/2019).

Kusna mengatakan keenam tersangka terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur oleh petugas karena melawan saat diamankan. Pengungkapan kasus ini, kata dia, berdasarkan laporan dari masyarakat.

"Ketika diamankan mereka melawan dan mencoba melarikan diri. Anggota berikan tindakan tegas dan terukur, mereka pun kami lumpuhkan," katanya.

Modus yang digunakan oleh komplotan Lampung ini yakni dengan cara pecah ban. Selain itu, mereka pun menargetkan masyarakat yang baru mengambil uang dari bank.

"Mereka mengikuti korban, kemudian melakukan penggembosan ban. Oleh pelaku lain korban diberitahu, bannya kempes. Ketika pemilik mengeceknya, pelaku lalu beraksi menggasak isi mobil dan langsung melarikan diri," terangnya.

Kusna menerangkan tercatat tiga lokasi para tersangka melakukan aksinya yakni di Jalan Suryalaya, Jalan Gatot Soebroto dan Jalan Talaga Bodas, Kota Bandung.

AYO BACA: Polisi Tembak 6 Perampok Modus Gembos Ban

AYO BACA: Meski Masih Diperlukan, TAP Jabar Tetap Harus Dievaluasi

Lanjutnya, dari tiga lokasi tersangka berhasil menggasak hampir setengah miliar. Para tersangka memiliki tugasnya masing-masing dalam beraksi, ada yang menjadi nasabah bank, menusuk ban korban, dan eksekutor isi mobil korban.

"Dua tersangka ditangkap di Lengkong, dan empat lainnya di wilayah Cidadap, Kota Bandung. Tersangka mengaku telah beraksi sebanyak lima kali dengan modus pecah ban," katanya.

Atas perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman minimal lima tahun penjara.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel lainnya

dewanpers