web analytics
  

Ribuan Aparatur Desa Tuntut Oknum Pemeras Kades di Kejari Tasik

Senin, 4 November 2019 12:05 WIB Irpan Wahab Muslim

Aparatur desa se-Kabupaten Tasikmalaya mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya, Senin (4/11/2019). (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Ratusan aparatur desa se-Kabupaten Tasikmalaya mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya, Senin (4/11/2019). Mereka mengeluhkan adanya oknum kejari yang diduga sering melakukan pemerasan terhadap kepala desa.

AYO BACA : Gelak Syukur Warga Tasik Sambut Turunnya Hujan

Wakil Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Tasikmalaya Harun menuturkan, kedatangan mereka untuk mempersoalkan penegakan hukum. Menurutnya, sering kali didapati, proses hukum seolah tidak dilakukan dengan seksama oleh petugas Kejaksaan.

AYO BACA : Lagi, Atap Ruang Kelas SD di Tasikmalaya Disangga Kayu

"Jadi baru sebatas laporan dari masyarakat, baru perbincangan masyarakat langsung panggil. Ini kan tidak benar. Seharusnya kan kalaupun ada dugaan laporan, bisa dilakukan oleh inspektorat," kata Harun kepada wartawan.

Bahkan, ketidakjelasan proses hukum itu seringkali berujung pada tindakan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum pegawai kejari kepada kepala desa. Hal ini yang menjadi persoalan di pemerintahan desa dan sudah dirasakan sangat menggangu.

Bahkan, Harun menyebut, tindakan intimidasi dan dugaan pemerasan itu bisa dibuktikan dengan bukti percakapan maupun bukti penyetoran. "Karena intimidasi, karena diperas, stres akhirnya meninggal dunia, itu kepala Desa Martajaya. Ini kan sudah keterlaluan. Jadi kami meminta tindak tegas oknum itu," papar Harun.

AYO BACA : Polres Tasikmalaya Kerahkan Water Canon Distribusikan Air Bersih

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers