web analytics
  
Banner Kemerdekaan

[Lipkhas] Si Jalak Harupat, Venue Piala Dunia U-20 yang Perlu Banyak Berbenah

Senin, 4 November 2019 07:50 WIB Mildan Abdalloh

Foto udara Stadion Si Jalak Harupat di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (25/10/2019). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Merupakan sebuah kegembiraan ketika Stadion Si Jalak Harupat diajukan PSSI sebagai salah satu venue untuk Piala Dunia U-20 pada 2021. Stadion kebanggaan Kabupaten Bandung tersebut menjadi salah satu kandidat dari 10 stadion yang diajukan.

Stadion Si Jalak Harupat pada 2018 lalu juga terpilih sebagai venue gelaran Asian Games. Walaupun sama-sama helatan bertaraf internasional, namun ada standar berbeda yang diterapkan menjelang Piala Dunia U-20.

Piala Dunia tentu saja mempunyai stadar lebih tinggi. Stadion Si Jalak Harupat boleh saja berstandar internasional, tapi untuk bisa menjadi venue piala dunia, masih banyak standar internasional lain yang harus dipersiapkan.

"Ada banyak yang harus dipersiapkan untuk dipilih menjadi venue World Cup," ujar pengamat sepak bola, Akmal Marhali kepada Ayobandung.com.

Bukan hanya fasilitas stadion, namun sejumlah faktor pendukung juga harus bisa memenuhi kriteria FIFA sebagai penyelenggara.

Fasilitas pendukung yang harus disiapkan di antaranya hotel tempat menginap peserta. Ia mengatakan, hotel yang disediakan sebaiknya berbintang lima.

Meskipun di wilayah Kabupaten Bandung tidak ada hotel sekelas itu, menurutnya, akses tol Soroja bisa membantu para atlet dan ofisial untuk menginap di hotel-hotel besar di Kota Bandung.

Ia menambahkan, tempat latihan atlet juga harus berstadar internasional. Pada Piala Dunia yang digelar di Afrika, pemerintah setempat menyulap lapangan milik sekolah untuk tempat latihan. Menurut Akmal, bisa saja PSSI melakukan hal serupa.

"Transportasi juga harus tersedia. Bukan hanya untuk peserta, tapi pendukung juga," ujarnya.

Akmal menuturkan, membangun jaringan transportasi di sekitar Stadion Si Jalak Harupat menjadi salah hal yang rumit untuk dilakukan. Stadion Si Jalak Harupat saat ini hanya bisa diakses oleh angkutan kota yang jumlahnya tidak banyak. Itupun tidak bisa menjangkau seluruh wilayah.

Hanya terdapat angkot jurusan Soreang-Cililin dan beberapa angkot lain.

Selain itu, suporter harus bisa menjadi pertimbangan lain bagi pemerintah. Tentu saja, kata dia, jangan sampai suporter lokal membuat onar dan rusuh sampai menyalakan flare di dalam stadion.

Dengan demikian, faktor keamanan jadi salah satu hal utama yang perlu diperhatikan di Stadion Si Jalak Harupat. "Kalau FIFA menganggap tidak standar, SJH bisa saja tidak dipilih. Di sini perlunya kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, Pemkab Bandung juga PSSI," ujarnya.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers