web analytics
  

Kenali Tanda-tanda Kemunculan Angin Puting Beliung

Minggu, 3 November 2019 10:30 WIB Firda Puri Agustine
Umum - Nasional, Kenali Tanda-tanda Kemunculan Angin Puting Beliung, Puting Beliung, bencana indonesia, BNPB, rawan bencana, angin kencang, bmkg

Ilustrasi angin puting beliung. (ANTARA FOTO/M N Kanwa)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Wilayah Bandung dan sekitarnya mulai diguyur hujan sejak dua hari terakhir. Bahkan, hujan disertai angin kencang terjadi Sabtu (2/11/2019) malam. Banyak warga khawatir akan fenomena angin puting beliung yang memang menjadi potensi ancaman mengerikan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa puting beliung adalah fenomena angin kencang yang bentuknya berputar menyerupai belalai, yang keluar dari awan Cumulonimbus (CB) dan terjadi di daratan. Apabila terjadi di perairan, maka fenomena ini dinamakan Water Spout.

“Tapi, tidak semua awan CB dapat menimbulkan fenomena puting beliung. Ada kondisi tertentu seperti ketika kondisi labilitas atmosfer yang melebihi ambang batas tertentu yang mengindikasikan udara sangat tidak stabil,” kata Dwikorita dalam keterangan resminya, Minggu (3/11/2019).

Dia pun menjabarkan tanda-tanda akan terjadinya puting beliung di suatu wilayah, di antaranya udara mulai pagi hari sudah terasa panas dan cukup terik serta gerah. Kemudian, satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari juga terasa panas dan gerah.

“Umumnya mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis), di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol,” ujarnya.

Selanjutnya, pada tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cumulonimbus. Di lain sisi, pepohonan di sekitar tempat kita berdiri, ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat karena hembusan angin.

Adapun hujan yang pertama kali turun adalah hujan lebat tiba-tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.

“Jika dalam satu hingga tiga hari berturut-turut tidak ada hujan pada masa pancaroba, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun akan diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak,” kata Dwikorita.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers