web analytics
  

GNX Leather Handmade: dari Hobi Menjadi Duit

Minggu, 3 November 2019 14:51 WIB Netizen Netizen
Netizen, GNX Leather Handmade: dari Hobi Menjadi Duit, GNX Leather Handmade, kerajinan kulit Garut, berita garut, Garut hari ini

Produk GNX Leather Handmade. (Dok. Deni Hadiansah)

Selama ini, kerajinan kulit di kota Garut identik dengan kampung Sukaregang. Dari kampung inilah, sejak 1930-an berbagai produk kerajinan kulit seperti jaket, sepatu, dan dompet dibuat. Selain menjadi pusat hasil kerajinan kulit terbaik di Indonesia, Sukaregang juga telah menembus pasar internasional.

Setelah ditelusuri, ternyata kerajinan kulit di kota Garut bukan hanya di Sukaregang. Tepatnya di Kampung Pasir, Desa Cintakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, juga terdapat workshop kerajinan kulit yang dikelola oleh Ahmad Fauzi Ahadiat. Pemuda kelahiran Garut, 14 Agustus 1994 ini, sejak 2016 telah merintis kerajinan kulit. 

“Awalnya dari iseng. Sekedar menuangkan hobi dan bakat seni. Modal awalnya 85.000 perak untuk membeli gunting dan 35.000 perak untuk membeli serpihan kulit sisa dari pengrajin di Sukaregang. Ayeuna mah omsetna ge tos 25-30 juta (Kini omsetnya sudah sampai 25-30 juta)," ujar pria yang akrab disapa Uzi ini.

"Atuh karyawan ge tos aya 10 urang, sadayana barudak nganggur nu aya di lembur. (Karyawan juga sudah ada 10 orang, semuanya pemuda penggangguran yang ada di kampung),” tambah dia.

Pemuda asal Garut ini membuktikan talenta dan mencurahkan bakat seninya dengan membuat macam leather goods atau produk kulit asli dengan merk GNX Leather Handmade. Produk kerajinan yang dihasilkan slevee korek, cover paspor, dompet, tas, card holder, name tag, gantungan kunci, dan barang-barang lain yang terbuat dari kulit sesuai pesanan konsumen.

“Yang membedakan dengan produk pengrajin lain, kerajinan kulitnya handmade, dibuat dengan tangan, bukan dengan mesin. “Saya sendiri yang membuatnya secara langsung. Jaminan kualitas yang ditawarkan, bukan mengejar omset dagang," jelasnya.

"Berbeda dengan produk lain, saya mengedepankan kerapihan, custom model, kualitas bahan kulit yg digunakan, menggunakan alat dan bahan finishing yang benar dan berkualitas dari mulai benang, kancing snap, benang, dan pembuatan oleh tangan (handmade) menjadi pembeda utama dengan sentra kerajinan kulit yang ada di wilayah Sukaregang,” ujar Uzi.

Berkat keuletan dan kerja kerasnya, hasil kerajinan kulit GNX Leather Handmade telah dipasarkan ke seluruh wilayah Indonesia. Bahkan tahun ini telah menembus pasar mancanegara, di antaranya ke Jepang dan Dubai.

Sampai kini, titik berat pemasarannya pun lewat penjualan daring melalui Instagram, Facebook, WhatsApp, dan beberapa layanan e-commerce, “Desain produknya selalu inovatif, menghindari kesamaan dengan kompetitor, dan tentu saja cutom design sesuai pesanan pelanggan,“ ujar Uzi.

Ketika penulis mengunjungi workshop-nya, terlihat bagaimana Uzi dan karyawannya memproduksi kerajinan kulit. Semua produk dikerjakan dalam satu atap, sehingga kualitas dan timeline produksi bisa terjaga.

“Kami sanggup menjadi partner yang memiliki kebutuhan jasa produksi untuk kerajinan kulit dengan jumlah sesuai kebutuhan, desain custom, kualitas memuaskan, dan tentu saja kerahasiaan desain dan merk akan terjaga," tutur dia.

Selain dibuat dengan tangan, GNX Leather Handmade juga memilih tanpa mitra, tanpa pinjaman modal, tanpa investor, dan tanpa bantuan finansial dari pemerintah.

“Saya benar-benar ingin mandiri. Hanya dukungan orang tua dan saudara saja yang utama. Ke depan, setahap demi setahap, akan menemukan pelanggan,” kata Uzi sambil memperlihatkan beberapa barang hasil kerajinanannya.

Bahan yang digunakan adalah kulit sapi, khususnya yang dibuat melalui proses penyamakan nabati (vegetan), pull up, dan crazy horse. Selain menggunakan kulit sapi, dipakai juga bahan lain sebagai asesorinya.

Bahkan ia menawarkan juga penulisan nama inisial pembeli, logo perusahaan, dan ukiran sesuai keinginan pelanggan. “Saat ini saya sedang bereksperimen untuk mengembangkan warna, desain, dan motif baru,” kata Uzi.

Talenta dan jiwa kewirausahaan seperti Uzi inilah yang dibutuhkan dalam era revolusi industri 4.0 kini. Uzi yang lulusan dari Agroteknologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung ini, bisa banting setir menjadi wirausahawan muda. Istilah startup baru, muncul ketika teknologi mulai mengambil peran penting dalam sebuah sistem bisnis. 

“Work like doesn't need the money,” ujar Uzi menyampaikan dengan kental logat Sunda.

“Kira-kira, saya menganggap produk kami sebagai karya, bukan sekadar barang. Kami tidak memiliki kepercayaan untuk menyerahkan proses produksi secara mutlak ke mesin, tetapi mengandalkan talenta tangan,” kata Uzi.

Ia meyakini idealisme itu, dari sentuhan seni, kulit bisa menjadi duit. Harapannya, bisnis kerajinan kulitnya akan maju dan berkembang meski di tengah era disrupsi. 

 

Deni Hadiansah

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

terbaru

Merawat Tradisi Munggahan, Meneguhkan Harmoni 'Sunda-Islam'

Netizen Senin, 12 April 2021 | 18:20 WIB

Suatu bangsa yang besar itu tidak akan melupakan tradisi, pun tidak lupa budaya sendirinya.

Netizen, Merawat Tradisi Munggahan, Meneguhkan Harmoni 'Sunda-Islam', Munggahan,Tradisi Munggahan,Munggahan Ramadan,Sunda,Islam

Kalau Cuma Nyampah, Tak Perlu Mendaki Gede-Pangrango

Netizen Senin, 12 April 2021 | 16:05 WIB

Akan jauh lebih baik membiarkan gunung itu dibalut sepi, tanpa kehadiran hiruk pikuk manusia.

Netizen, Kalau Cuma Nyampah, Tak Perlu Mendaki Gede-Pangrango, Taman Nasional Gede-Pangrango,Gunung Gede,Gunung Pangrango,Sampah,Pendaki

Bersyukurlah, Jangan Mudah Mengeluh

Netizen Jumat, 9 April 2021 | 19:05 WIB

Bagaimana caranya agar kita tak mudah mengeluh saat ditimpa cobaan atau ujian hidup?

Netizen, Bersyukurlah, Jangan Mudah Mengeluh, Mengeluh,Masalah Hidup,bersyukur,Renungan

Penataan Dua Jalan Poros di Kota Bandung

Netizen Jumat, 9 April 2021 | 09:20 WIB

Penataan Dua Jalan Poros di Kota Bandung

Netizen, Penataan Dua Jalan Poros di Kota Bandung, Penataan Poros Bandung,Jalan Poros Bandung,Kota Bandung,Jalan di Bandung

Polemik Ketersedian Beras dan Kebijakan Presiden

Netizen Kamis, 8 April 2021 | 16:10 WIB

Tidak akan ada impor beras jadi polemik karena cadangan beras di gudang Bulog mulai menipis.

Netizen, Polemik Ketersedian Beras dan Kebijakan Presiden, Beras,impor beras,cadangan beras,Bulog,Presiden Joko Widodo,COVID-19

Menambah Penghasilan dari Budi Daya Tanaman Porang

Netizen Kamis, 8 April 2021 | 15:50 WIB

Tanaman porang atau Amorphophallus oncophyllus menjadi salah satu alternatif tanaman yang bisa beradaptasi di semua jeni...

Netizen, Menambah Penghasilan dari Budi Daya Tanaman Porang, Tanaman Porang,Amorphophallus oncophyllus,Badan Pusat Statistik,Produk Domestik Broto (PBD)

Surat Berbahasa Sunda Abad ke-19

Netizen Rabu, 7 April 2021 | 16:55 WIB

Surat Berbahasa Sunda Abad ke-19

Netizen, Surat Berbahasa Sunda Abad ke-19, raden kartawinata,kartawinata,Sunda,Bahasa Sunda

Vaksinasi Massal dan Pemulihan Ekonomi Bangsa

Netizen Selasa, 6 April 2021 | 14:35 WIB

Salah satu game charger yang dicanangkan pemerintah adalah intervensi dibidang kesehatan.

Netizen, Vaksinasi Massal dan Pemulihan Ekonomi Bangsa, Pemulihan Ekonomi Bangsa,vaksinasi massal,Pandemi Covid-19,Badan Pusat Statistik (BPS)
dewanpers