web analytics
  

Jabar Luncurkan Aplikasi Wisata Smiling West Java

Sabtu, 2 November 2019 20:36 WIB Nur Khansa Ranawati
Gaya Hidup - Wisata, Jabar Luncurkan Aplikasi Wisata Smiling West Java, smilling west java,disparbud jabar,west java festival

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat meluncurkan aplikasi wisata Smiling West Java pada pembukaan West Java Festival hari kedua di Gedung Sate Bandung, Sabtu (2/11/2019).(Ayobandung.com/Khansa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat meluncurkan aplikasi wisata "Smiling West Java" pada pembukaan West Java Festival hari kedua di Gedung Sate Bandung, Sabtu (2/11/2019). 

Aplikasi tersebut ditujukkan bagi wisatawan domestik maupun asing yang hendak merancang perjalanan liburannya ke berbagai destinasi wisata di Jabar.

Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Jabar, Iwan Darmawan mengatakan nama Smiling West Java dalam aplikasi tersebut merupakan bagian dari branding tagline pariwisata Jabar terbaru. Di dalamnya terdapat fasilitas untuk mencari hingga memesan tiket masuk atau akomodasi ke berbagai lokasi pariwisata.

"Smiling West Java ini turunan dari branding pariwisata Jabar yang baru. Nanti aplikasi ini akan menjadi penarik semua aspek kepariwisataan. Sistemnya terintegrasi, semua ada di sana," ungkapnya kepada Ayobandung.com.

Tiga fitur utama yang terdapat dalam aplikasi tersebut adalah Look, Book, dan Pay. Fitur Look ditujukkan untuk mencari destinasi wisata di Jabar. Pengguna juga dapat melihat daftar berbagai event yang tengah berlangsung di seluruh Jabar.

Fitur Book berfungsi untuk membantu pengguna membuat pemesanan tiket masuk ke kawasan wisata yang dituju. Kemudian, pelanggan dapat membayar tiket yang telah dipesan lewat fitur Pay.

"Semua fitur tersebut per-hari ini sudah dapat digunakan. Masyarakat bisa mencari event yang berbayar maupun tidak berbayar lewat aplikasi ini," ungkapnya.

Iwan menyebutkan, Smiling West Java saat ini sudah dapat diunduh di Play Store. Tak hanya ditujukkan bagi milenial, aplikasi ini ditargetkan dapat digunakan oleh seluruh kalangan.

"Meskipun 70% pengguna smartphone itu milenial tapi aplikasi ini dapat digunakan oleh seluruh masyarakat," jelasnya. 

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers