web analytics
  

Tak Sekadar Menulis, Lulusan Jurnalistik Harus Didorong Melek Bisnis

Jumat, 1 November 2019 22:30 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Tak Sekadar Menulis, Lulusan Jurnalistik Harus Didorong Melek Bisnis, Fikom Unpad, Jurnalistik,

Lokakarya Evaluasi dan Rekonstruksi Kurikulum di kampus Fikom Unpad Jatinangor, Jumat (1/11/2019). (Kavin Faza/Ayobandung.com)

JATINANGOR, AYOBANDUNG.COM--Seiring dengan perkembangan teknologi, cara masyarakat mengkonsumsi media pun terus berubah. Hal ini memberi dampak pada praktik jurnalistik yang mau tak mau terus menyesuaikan diri dengan zaman.

Termasuk dari sisi bisnis media, dimana sejumlah format media konvensional seperti tabloid dan koran saat ini dinilai tak lagi menguntungkan bahkan tak sedikit yang mulai gulung tikar. Oleh karenanya, para dosen dan staf pengajar Program Studi Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran (Fikom Unpad) menyelenggarakan Lokakarya Evaluasi dan Rekonstruksi Kurikulum di kampus Fikom Unpad Jatinangor, Jumat (1/11/2019).

Hal tersebut ditujukan untuk memberi penyesuaian dan penyegaran terhadap materi yang diajarkan pada mahasiswa jurnalistik di kampus tersebut. Salah satu poin yang dibahas adalah mengenai model bisnis dan praktik jurnalistik pada media digital.

AYO BACA : Jalan Jurnalistik Dajat Hardjakusumah

"Kurikulum harus selalu menyesuaikan diri dengan pengguna lulusan. Sehingga untuk beradaptasi, kami harus berdiskusi dengan stakeholder secara periodik," ungkap salah satu dosen Prodi Jurnalistik Fikom Unpad, Pandan Yudhapramesti.

"Ada beberapa hal yang sudah bagus dan tetap dipertahankan, tapi ada satu hal yang perlu dibenahi terutama materi tentang bisnis model media yang perlu adaptasi luar biasa cepat," katanya.

Dalam lokakarya tersebut, CEO PT. Ayo Media Network, Hilman Hidayat menjadi salah satu narasumber yang berkesempatan memaparkan materi. Sebagai pemimpin perusahaan media digital multiplatform, dirinya menyampaikan masukan mengenai arah perkembangan dan tantangan jurnalisme di era digital.

AYO BACA : PWI dan Ditjen Imigrasi Sepakat Gelar Safari Jurnalistik

"Dulu kita mendirikan koran, sekarang arah ke depannya lebih berupa generator berita. Kita menjadi bagian dari penyuplai konten. Selain kemampuan menulis yang baik, redaksi juga saat ini harus dibekali dengan orang IT yang kuat," katanya.

Selain itu, Hilman mengatakan, meskipun kemampuan membuat berita dengan baik dan penanaman Kode Etik Jurnalistik masih menjadi hal utama yang harus diajarkan kepada para mahasiswa, namun pengetahuan dalam berbisnis--dalam hal ini bisnis media--juga perlu diperkenalkan.

"Sehingga lulusan fakultas ini bisa didorong untuk tidak mau menjadi buruh, tetapi juga pengusaha media. Karena platform dan kesempatan sekarang sudah banyak terbuka," katanya.

Oleh karenanya, lokakarya ini diharapkan dapat menghasilkan kurikulum yang mampu mencetak mahasiswa jurnalistik yang memiliki fleksibilitas dalam bekerja nantinya. Tetap memegang teguh kode etik sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman.

"Saya berharap lulusan Jurnalistik Fikom Unpad ini punya daya lenting pada perubahan zaman. Idealisme tetap ada, tetapi kemampuan adaptasi juga tinggi. Kalau tidak akan kalap. Daya lenting ini diperlukan untuk terus mengembangkan jiwa pembelajar," kata Pandan.

AYO BACA : PWI Kembali Gelar Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2019

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers