web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Hilang Selama Sepekan, Nelayan Sukabumi Tewas di Perairan Tasik

Rabu, 30 Oktober 2019 13:52 WIB Irpan Wahab Muslim

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Ence (45), nelayan Sukabumi, yang tewas di perairan Tasikmalaya, Rabu (30/10/2019). (Dok. SAR)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seorang nelayan dalam Operasi SAR Kejadian Membahayakan Jiwa Manusia (KMM) di Pantai Pangkalan Tasikmalaya pada hari ke tujuh pencarian, Rabu (30/10/2019). Nelayan asal Sukabumi itu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Pada pukul 07.45 WIB melalui info dari seorang nelayan Cimerak, Jajang, bahwa korban atas nama Ence (45) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan jarak 19.47 KM dari lokasi kejadian” Kata Deden Ridwansah Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung melalui keterangan pers yang diterima Ayotasik.com, Rabu (30/10/2019).

AYO BACA : Jumlah Kekeringan Persawahan di Kabupaten Tasik Terus Bertambah

Dari informasi itu, kata Deden, pukul 08.20 WiB Tim SAR gabungan bergerak ke lokasi info penemuan korban menggunakan perahu jukung nelayan dan tiba di lokasi penemuan pada pukul 08.54 WIB. Tim segera melakukan evakuasi terhadap jenazah korban.

AYO BACA : Kabupaten Tasikmalaya Kekurangan Rumah Sakit

“Selanjutnya Pkl.09.15 WIB jenazah dibawa ke Puskesmas Cikalong menggunakan ambulans untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Dengan telah ditemukannya korban maka dilakukan penutupan operasi SAR,” lanjut Deden.

Unsur SAR Gabungan yang terlibat yaitu BPBD Tasikmalaya dan Nelayan setempat.

Sebelumnya korban bernama Ence dinyatakan hilang di perairan Pantai Pangkalan pada 24 Oktober 2019 pukul 04.30 WIB setelah sebelumnya perahu yang dinaikinya terbelah menjadi dua karena diterjang ombak yang sangat besar. Satu rekannya, Aang, berhasil menyelamatan diri dengan berpegang sisa potongan perahu hingga terdampar dan di selamatkan warga sekitar.

Kedua nelayan tersebut merupakan nelayan asal Pelabuhan Ratu Sukabumi yang pergi melaut dengan tujuan Batu Karas Pangandaran.

AYO BACA : Korupsi Dana Desa, Kades di Tasik Dicokok Polisi

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers