web analytics
  

Kisruh Kongres PSSI, Akbar Faisal: Saatnya PSSI Satukan Diri dengan FIFA

Selasa, 29 Oktober 2019 13:43 WIB M. Naufal Hafizh
Olahraga - Sport, Kisruh Kongres PSSI, Akbar Faisal: Saatnya PSSI Satukan Diri dengan FIFA, Kisruh, Kongres PSSI, Akbar Faisal, PSSI, FIFA,

Logo PSSI. (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Rencana pelaksanaan Kongres PSSI untuk mengisi kepengurusan yang lowong sejak pengunduran diri Edy Rahmayadi dan penangkapan Joko Driyono oleh Satgas Mafia Bola Polri kembali kisruh.

Para pengurus dan para calon Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Calon Executive Committee (EXCO) PSSI terjebak sengkarut jadwal yang potensial membenamkan kembali ke PSSI pada konflik yang tak juga berakhir.

Sebagian kubu sependapat dengan pengurus lama untuk melaksanakan Kongres pada 2 November 2019. Sebagian lagi menolak dengan alasan surat FIFA kepada PSSI meminta organisasi tertinggi bola ini tetap mengikuti jadwal yang direkomendasikan FIFA, yakni Januari 2020.

La Nyalla Mattalitti, salah seorang calon Ketua Umum PSSI bersama beberapa calon Exco bahkan secara terang-terangan menarik diri dari kongres jika tetap dilaksanakan pada 2 November 2019.

Akbar Faizal, salah seorang calon anggota Exco PSSI mengatakan, ini saat yang tepat bagi PSSI menata diri dengan cara mengikuti saran, rekomendasi, dan pendapat FIFA. 

AYO BACA : Timnas Kalah Terus, Sekretaris Kemenpora: Milla Menunggu PSSI

"Prestasi bola kita saat ini tidak memungkinkan kita pasang harga terlalu tinggi terutama di hadapan FIFA. Tak elok jika kita terus menerus dianggap membangkang di saat tak ada yang bisa kita banggakan di pergaulan bola dunia," kata Akbar Faizal.

Akbar menambahkan, masyarakat bola menunggu elegansi PSSI untuk mengakhiri konflik berkepanjangan yang terjadi di organisasi bola ini.

"Sepak bola seharusnya menjadi alat yang terbaik bagi bangsa ini untuk menikmati kebahagiaan komunal. Seluruh problem besar bangsa ini berhenti sejenak jika timnas bola kita menang apalagi juara meski hanya  di level Asean. Tapi itu tak terjadi.  Terancam oleh kesebelasan Timor Leste atau Filipina itu seharusnya menjadi sebuah hinaan bagi kita. Tapi yang muncul hanya konflik kepengurusan. Masyarakat capek dan kita harus akhiri itu. Langkah pertamanya, mari masuk ke pergaulan komunitas bola dunia dengan mengikuti tata aturan seperti yang mereka inginkan," papar Akbar.

Salah satu noda PSSI yang baru saja dibongkar Polri dan menjadi catatan dunia adalah penangkapan Plt Ketua PSSI Joko Driyono pada kasus mafia bola.

Dari informasi yang didapatkan Akbar Faizal sebagai mantan anggota Komisi III DPR RI, daftar nama calon tersangka mafia bola ini cukup panjang dan melibatkan nama-nama besar yang saat ini mengurus bola.

AYO BACA : Soal Luis Milla, Menpora Zainudin Amali Bakal Berbicara dengan PSSI

"Saya akan melakukan sesuatu untuk mereka-mereka ini. Tak boleh ada mafia di mana pun, apalagi di dunia olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas. Gombal kita jadinya kalau bola dihinggapi virus mafia,” tuturnya.

Akbar Faizal pun berharap para pengelola PSSI lebih arif bijaksana memahami situasi ini. 

Para pengelola organisasi bola di tingkat provinsi, yakni Asprov dan klub-klub yang sudah susah payah bertahan memutar roda organisasi dan turnamen dengan pendanaan yang minim, perlu mendapatkan perhatian yang lebih riil, berupa kepastian tata aturan yang dimulai dari pelaksanaan kongres ini.

"Meskipun saya tahu juga kalau ada satu dua Asprov yang bahkan sudah tidak jalan lagi dan berharap terjadi lebih sering kongres PSSI, namun mayoritas diantaranya menginginkan perubahan paradigma PSSI,” katanya.

"PSSI itu harus menjadi organisasi yang mapan dan jauh dari konflik sebab ini berhubungan dengan kebahagiaan banyak orang," kata Akbar.

Ia juga mengaku telah berkomunikasi dengan Zainuddin Amali sebagai Menpora yang baru untuk lebih memahami psikologis publik tentang PSSI ini.

"Sebagai kawan, saya sudah sampaikan ke Pak Zainuddin untuk bertindak yang sebenarnya. Berikan penjelasan yang sebenarnya kepada presiden," kata Akbar.

Menpora yang baru sendiri mengaku mendapat pesan dan tugas khusus dari Presiden untuk menyelesaikan masalah PSSI sesegera dan sebaik mungkin.

AYO BACA : PSSI Dinilai Sudah di Jalur Tepat Soal Kompetisi Usia Muda

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers