web analytics
  

Kebakaran Pipa Pertamina Diduga dari Kesalahan Prosedur Penggalian Tanah

Jumat, 25 Oktober 2019 09:16 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Regional, Kebakaran Pipa Pertamina Diduga dari Kesalahan Prosedur Penggalian Tanah, kebakaran pipa pertamina, pipa minyak pertamina meledak, Ridwan kamil, pertamina, berita cimahi, cimahi hari ini

Foto udara kebakaran pipa minyak milik PT Pertamina di Melong, Cimahi, Jawa Barat, Selasa (22/10/2019). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan diduga terdapat standar operasional prosedur (SOP) tata cara menggali tanah di area pipa Pertamina di Cimahi yang tidak dijalankan sesuai prosedur sehingga pipa itu meledak.

Hal tersebut menurutnya, didapat berdasarkan keterangan dari PT Pertamina (Persero) Regional Jawa Barat yang memaparkan dampak proyek pembangunan kereta cepat di wilayah itu, Kamis (24/10/2019).

AYO BACA : Ridwan Kamil Panggil PT KCIC Soal Kebakaran Pipa Pertamina

"Ada SOP, tata cara menggali tanah di area pipa Pertamina yang kurang diikuti secara prosedur oleh pihak kontraktor dari KCIC. Prosedur itu adalah jika membangun di area dekat pipa Pertamina itu harus ada pendampingan dari Pertamina untuk memastikan titik pipa itu tidak terkena dampak dari alat-alat berat," katanya, dalam pertemuan dengan Pertamina.

Selain itu, Emil, sapaan akrabnya, mengatakan, penggalian tanah harus dilakukan dengan jarak tiga meter dari pipa. Namun, lagi-lagi hal ini tidak diindahkan.

AYO BACA : Wali Kota Cimahi Tuntut KCIC Ganti Rugi

"Nah dua prosedur ini, karena tidak dilakukan, terjadilah musibah itu kan. Si ekskavatornya tepat mengenai pipa, sehingga terjadi ledakan. Dan ada korban jiwa dari pekerja," jelasnya.

Pipa yang terbakar adalah pipa lama milik Pertamina yang difungsikan untuk menyuplai minyak dari Ujungberung ke Depo Padalarang. Pipa tersebut melewati Bandung dan Cimahi, sementara kecelakaan terjadi di titik di Melong, Cijerah.

Pertamina juga disebutkan telah melakukan kontinjensi, monitoring, dan mitigasi dampak kejadian tersebut kepada masyarakat terdampak karena ada minyak yang tumpah ke selokan dan berpotensi mencemari sawah sekitar. Meski demikian, Pertamina masih memiliki pipa lainnya yang terletak di seberang jalan tol sehingga pasokan dari Pertamina ke SPBU dipastikan tidak terganggu.

"Dan tentunya akan jadi tanggung jawab PT KCIC melakukan tindakan yang tidak disengaja ini. Saya melaporkan alhamdulillahnya Pertamina ini punya dua jalur pipa. Pipa lama yang memang di jalur KCIC dan pipa baru di seberang jalan tol," jelas Emil.

"Saya beritakan ke warga bahwa pasokan dari Pertamina kepada konsumen, SPBU, berjalan dengan normal. Kapasitas aliran tadi sekitar sekitar 250 kiloliter per jam itu kembali normal," tambahnya. 

AYO BACA : Walkot Cimahi Akan Temui Direktur KCIC Bahas Ledakan Pipa Pertamina

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers