web analytics
  

Bupati Aa Umbara Beri Pangan Pedagang Tangkuban Parahu

Kamis, 24 Oktober 2019 20:34 WIB Tri Junari

Pedagang di Gunung Tangkuban Perahu. (Tri Junari/Ayobandung.com)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memberi bantuan pangan kepada 1.324 pedagang di Gunung Tangkuban Perahu yang terpaksa gulung tikar selama erupsi tiga bulan lalu.

Bantuan secara simbolis diberikan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna kepada perwakilan pedagang yang merupakan warga Desa Cikole, Kecamatan Lembang KBB di kantor Desa Cikole, Kamis (24/10/2019).

"Bantuan pangan ini mudah-mudahan sedikit membantu kebutuhan dapur para pedagang yang pendapatannya menurun, saat erupsi mereka ada yang jualan di obyek wisata lain tapi memang hasil jualannya tidak sebagus di Tangkuban Parahu,"ungkap Bupati usai penyerahan bantuan.

AYO BACA : Aa Umbara Luncurkan Website dan Visit Bandung Barat

Menurutnya, bagi pedagang Tangkuban Parahu berhentinya jualan bagian dari resiko mengais rejeki di obyek wisata alam. Mereka memahami hal itu dan karena kejadiannya tidak terprediksi ada sebagian pedagang yang tidak mempersiapkan diri. 

"Pedagang juga tahu resiko berjualan di gunung api aktif, kami dari pemerintah berupaya sedikit mengurangi beban mereka selama masa libur," ujarnya.

Ditempat sama, Kepala Pelaksana BPBD KBB Duddy Prabowo menerangkan, total ada 1.500 pedagang terdampak, namun bantuan hanya diberikan kepada 1.324 pedagang yang berdomisili di Cikole, KBB.

AYO BACA : Kepala Dinas di KBB Jenuh, Bupati Harus Jeli

"Kemarin ada 1.500 warga yang tercatat menjadi korban erupsi, tapi 1.324 yang kini kami berikan sembako adalan warga asli KBB dan kebanyakan tinggal di Desa Cikole. Sisanya ada warga Subang dan Purwakarta," ujarnya.

Usai menerima bantuan, salah seorang pedagang buah stroberi, Dadang (37) mengakui jika bantuan pangan sangat membantu mengurangi beban dapur keluarganya.

Dadang yang sudah 20 tahun berdagang di sekitar Kawah Ratu menilai erupsi kali ini berlangsung cukup lama dan menyebabkan pendapatannya menurun.

Kini ia bersyukur sudah lebih tiga hari bisa berjualan kembali setelah resmi dibuka, namun pengunjung masih belum ramai dan berharap akhir pekan ini wisatawan yang datang kembali membludak.

"Selama ini ditutup saya jualan berpindah-pindah tempat seperti di Grafika, Cikole. Cuma kalau di sana sehari paling laku 50 bungkus tapi kalau di Tangkuban Parahu sehari bisa laku sekitar 100 bungkus dengan harga relatif lebih tinggi," ujar Dadang.

AYO BACA : Bupati Bandung Barat Naik Pitam, Pembangunan Infrastruktur Asal

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers