web analytics
  

Bahlil Jadi Kepala BKPM, HIPMI Jabar Siap Bantu Tingkatkan Investasi

Kamis, 24 Oktober 2019 11:14 WIB Dadi Haryadi
Umum - Regional, Bahlil Jadi Kepala BKPM, HIPMI Jabar Siap Bantu Tingkatkan Investasi, Bahlil Lahadania, Kepala BKPM, Himpunan pengusaha muda indonesia, Hipmi Jabar

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode 2019-2024 Bahlil Lahadalia (kanan) bersama Ketua BPD HIPMI Jawa Barat Jodi Janitra (kiri). (Ayobandung,com/Istimewa)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pengusaha muda di Jawa Barat menyambut positif keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memilih Bahlil Lahadalia sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode 2019-2024.

Ketua BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat Jodi Janitra mengatakan pihaknya siap mendukung dan membantu Bahlil yang merupakan Ketua Umum BPP HIPMI periode 2015–2019. Menurutnya, Bahlil yang dikenal sebagai pengusaha tangguh dan sukses dari wilayah timur akan mampu menjawab tugas baru yang diembannya.

"Bahlil sudah sangat paham seluk-beluk dan dinamika dalam dunia wirausaha. Karena itu, kami pengusaha muda siap membantu beliau untuk meningkatkan investasi di Indonesia," kata Jodi di Bandung, Kamis (24/10/2019).

AYO BACA : Bahlil Lahadalia, Anak Kuli Bangunan Maluku yang Jabat Kepala BKPM

Jodi menilai BKPM sebagai salah satu leading sektor wirausaha diharapkan bisa menunjukkan keberpihakannya terhadap pengusaha. Salah satu tugas pokok BKPM yakni menyediakan karpet merah bagi para investor.

Meski demikian, kata dia, bukan perkara muda untuk menyakinkan investor agar mau menanamkan modal atau meningkatkan nilai investasinya. "Bahlil harus mampu menghadirkan kemudahan, serta menghilangkan regulasi yang tumpang tindih yang kerap menghambat dunia usaha," katanya.

Lebih lanjut Jodi berharap Bahlil ikut mendukung ruang gerak para pengusaha muda karena lebih unggul dari sisi kreativitas, melek teknologi, dan semangat yang lebih besar. Namun, pengusaha muda masih butuh dukungan dari pemerintah juga para senior pengusaha.

AYO BACA : West Java Investment Summit Hasilkan Perjanjian Senilai Rp53,8 Triliun

Tangan dingin Bahlil, diharapkan mampu mensinergikan antara pengusaha muda dan senior sehingga tercipta pertumbuhan bisnis yang saling beriringan. Selain itu, lanjut Jodi, pengusaha muda berharap bisa berkolaborasi dengan investor asing sebagai upaya membuka jalan menuju pasar global yang lebih luas.

"Kehadiran Bahlil akan memudahkan Presiden Jokowi yang saat Munas HIPMI menyatakan ingin memunculkan konglomerat-konglomerat (pengusaha besar) baru skala internasional," kata dia.

Lebih lanjut Jodi menilai jumlah pengusaha di Indonesia memang terus bertambah namun pertumbuhannya masih belum optimal. Catatan BPS, jumlah wirausaha di Indonesia naik dari 1,56% pada 2014 menjadi 3,1% pada 2016.

Pertumbuhan pengusaha baru, kata dia, sangat penting dan memiliki dampak positif terhadap perekonomian negara, karena akan ikut menciptakan lapangan pekerjaan dan daya konsumsi.

"Idealnya, jumlah pengusaha Indonesia mencapai 5% dari jumlah penduduk. Jika jumlah pengusaha meningkat maka nilai investasi pun akan meningkat," katanya.

AYO BACA : Jabar Tawarkan Proyek Strategis pada 300 Investor Asing

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers