web analytics
  

Dewan Pers Mediasi Kementan dengan Sejumlah Media Massa

Rabu, 23 Oktober 2019 14:07 WIB Fira Nursyabani
Umum - Nasional, Dewan Pers Mediasi Kementan dengan Sejumlah Media Massa, Kementerian Pertanian, mediasi, dewan pers, ayobandung.com, adi ginanjar maulana

Mediasi antara Ayobandung.com dengan Kementan yang difasilitasi Dewan Pers, Rabu (23/10/2019). (Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Dewan Pers memediasi Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian dengan sejumlah perwakilan media massa di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Mediasi dilakukan terkait pengaduan yang dilakukan Kepala Bagian Umum Sekretariat Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Sri Haryati, atas pemberitaan 15 media massa soal pemberitaan laporan LSM Almisbat ke KPK soal kasus suap bawang putih.

"Tadi kami sudah menyelesaikan dengan sepuluh media termasuk antaranews.com dan aceh.antaranews.com," ujar Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Chaerudin Bangun, di Gedung Dewan Pers Jakarta, Rabu (23/10/2019).

AYO BACA : Dorong Pengembangan Bibit Unggul Ubi Kayu, Kementan Bantu Sertifikasi di Kepri

Mediasi dimulai sejak pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 12.22 WIB dengan penandatanganan risalah oleh semua pihak baik dari pengadu dan teradu. "Dengan adanya risalah itu, maka kasus selesai di Dewan Pers sesuai mekanisme yang ada di Undang-Undang Pers," kata Bangun.

Mediasi itu menghasilkan keputusan bahwa antaranews.com sebagai salah satu pihak teradu harus memuat hak jawab Kementan terkait pemberitaan berjudul "Almisbat desak KPK usut tuntas suap impor bawang putih."

"Dengan adanya mediasi itu, kedua belah pihak setuju atas penilaian Dewan Pers bahwa telah terjadi pelanggaran Kode Etik (Jurnalistik) terhadap berita itu, yaitu tidak konfirmasi dan tidak uji informasi," ujar dia.

AYO BACA : Sultra Tuan Rumah HPS 2019, Kementan Siapkan Kakao dan Sagu Jadi Komoditas Andalan

Menurut dia, maksud tidak adanya uji informasi itu adalah tidak melakukan verifikasi lebih dalam lagi atas pernyataan yang narasumber berikan. "Kan kadang-kadang narasumber bicara, ya kita kutip. Sebenarnya sesuai perintah Kode Etik (Jurnalistik), kita harus melakukan verifikasi," ujar dia.

Ia mencontohkan bila dalam suatu insiden mengakibatkan korban jiwa, kemudian ada yang mengatakan korban jiwanya ada lima orang. Itu harus dicek lebih dahulu. Karena bisa saja korbannya hanya ada tiga orang.

"Nah, yang tidak dilakukan dalam kasus ini adalah uji informasi," ujar Bangun.

Terhadap media-media yang diadukan, dia meminta agar segera memuat hak jawab apabila hak jawab diberikan Kementerian Pertanian dalam waktu tujuh hari. "Apabila dalam tujuh hari itu, Kementerian Pertanian tidak memberikan hak Jawab, maka media tidak ada kewajiban untuk memuat lagi," ujar dia.

Selain antaranews.com, mediasi itu dihadiri delapan orang perwakilan media siber lain di antaranya inilah.com dan inilahkoran.com diwakili Zulfirman.

Kemudian pontas.id diwakili Pahala Simanjuntak, sindonews.com diwakili Puguh Hariyanto, bisnis.com diwakili Rahayuningsih, Bisnis Indonesia diwakili Arief Setiaji, ayobandung.com diwakili Adi Ginanjar, akurat.co diwakili Dedi Ermansyah, dan merahputih.com diwakili Thomas Kukuh.

AYO BACA : Perdana, Kementan Lepas Kopi Amstirdam Asal Jatim ke Australia Sebanyak 20 Ton

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Batik Air Bermasalah, Pesawat Masih di Tengah Landasan

Nasional Sabtu, 6 Maret 2021 | 22:03 WIB

Pesawat Batik Air PK-LUT Jambi-Jakarta hingga pukul 20.15 WIB, Sabtu (6/3/2021)

Umum - Nasional, Batik Air Bermasalah, Pesawat Masih di Tengah Landasan, Pesawat Batik Air,Batik Air,roda depan batik air bermasalah,batik air bermasalah

Ada Penumpang Tak Pakai Masker di Pesawat, Ini Klarifikasi Citilink

Nasional Sabtu, 6 Maret 2021 | 21:30 WIB

Maskapai Citilink memberikan klarifikasi terkait viralnya penumpang warga negara asing (WNA) yang tidak memakai masker d...

Umum - Nasional, Ada Penumpang Tak Pakai Masker di Pesawat, Ini Klarifikasi Citilink, Penumpang Citilink tanpa Masker,Pelanggaran Protokol Kesehatan,Klarifikasi,Citilink,warga negara asing (WNA),Twitter,Viral

Roda Tidak Masuk saat Mengudara, Batik Air Tujuan Jakarta Putar Balik...

Nasional Sabtu, 6 Maret 2021 | 19:06 WIB

Batik Air Tujuan Jakarta Putar Balik ke Jambi

Umum - Nasional, Roda Tidak Masuk saat Mengudara, Batik Air Tujuan Jakarta Putar Balik ke Jambi, Pesawat Batik Air,Batik Air,roda depan batik air bermasalah,batik air bermasalah,pesawat jakarta jambi,lion air grup

Viral Penumpang WNA Tanpa Masker di Dalam Pesawat Citilink

Nasional Sabtu, 6 Maret 2021 | 18:38 WIB

Viral di media sosial Twitter penumpang warga negara asing (WNA) maskapai Citilink tidak menggunakan masker di dalam pes...

Umum - Nasional, Viral Penumpang WNA Tanpa Masker di Dalam Pesawat Citilink, Penumpang Citilink tanpa Masker,Citilink,Pesawat Citilink,maskapai citilink,Media Sosial,Pelanggaran Protokol Kesehatan,COVID-19

Soal KLB Demokrat, Mahfud Ungkit Konflik PKB Era SBY

Nasional Sabtu, 6 Maret 2021 | 14:29 WIB

Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta pemerintah tak memberikan legitimasi terhadap...

Umum - Nasional, Soal KLB Demokrat, Mahfud Ungkit Konflik PKB Era SBY, moeldoko kudeta demokrat,Kisruh Kudeta Demokrat,Moeldoko,Mahfud MD

5 Alasan Anak Putus Sekolah Selama Pandemi

Nasional Sabtu, 6 Maret 2021 | 14:24 WIB

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengemukakan lima alasan anak putus sekolah selama pandemi. Kelima alasan ters...

Umum - Nasional, 5 Alasan Anak Putus Sekolah Selama Pandemi, Anak Putus Sekolah,alasan putus sekolah,putus sekolah,putus sekolah,Rawan Putus Sekolah

Tahun Ini, Bulog Dapat Tugas Impor Beras 1 Juta Ton

Nasional Sabtu, 6 Maret 2021 | 12:55 WIB

Perum Bulog ditugaskan untuk melakukan impor beras sebanyak 1 juta ton pada tahun ini. Impor tersebut diklaim akan digu...

Umum - Nasional, Tahun Ini, Bulog Dapat Tugas Impor Beras 1 Juta Ton, Perum BULOG,ekspor beras,Beras,produksi beras

Kepengurusan Partai Demokrat KLB Berpeluang Disahkan Pemerintah, Ini A...

Nasional Sabtu, 6 Maret 2021 | 12:41 WIB

Kepengurusan Partai Demokrat yang dipimpin Ketua Umum Moeldoko versi Kongres Luar Biasa alias KLB berpeluang disahkan pe...

Umum - Nasional, Kepengurusan Partai Demokrat KLB Berpeluang Disahkan Pemerintah, Ini Analisanya, moeldoko partai demokrat,AHY,Partai Demokrat,Demokrat versi KLB

artikel terkait

dewanpers