web analytics
  

Ade Yasin Minta Jokowi Dukung Pembangunan Jalur Puncak Dua

Minggu, 20 Oktober 2019 20:16 WIB Fira Nursyabani

Suasana kepadatan kendaraan saat pemberlakuan sistem satu arah di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/10/2019). (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Bupati Bogor ade yasin banyak berharap soal Kabupaten Bogor kepada Joko Widodo-Ma'ruf Amin usai dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024. Ia mendorong presiden untuk melanjutkan pembangunan Jalur Puncak Dua.

"Pak Jokowi tolong bangunkan dong Jalur Puncak Dua, karena untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah Bogor Timur," ujarnya usai menghadiri Pasar Rakyat di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (20/10/2019).

Menurutnya, pembangunan jalan yang biasa disebut Poros Tengah Timur Kabupaten Bogor itu juga merupakan sebagai upaya penanganan kemacetan di Jalur Puncak. Dalam waktu dekat Pemkab Bogor bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek juga akan menguji coba ramuan baru pengganti sistem buka tutup, yakni sistem kanalisasi 2-1.

Bupati yang belum genap setahun memimpin Kabupaten Bogor itu mengaku akan terus mendorong pemerintah pusat untuk menyelesaikan pembangunan jalur Puncak Dua, sebelum melakukan pembangunan di daerah-daerah lain, mengingat Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah penyangga Jakarta.

Di samping itu, Ade Yasin juga berharap Jokowi-Ma'ruf Amin peduli dengan 45 desa di Kabupaten Bogor yang masih berstatus sebagai desa tertinggal.

"Masih ada sekitar 45 desa tertinggal di Kabupaten Bogor, oleh karenanya saya berharap pemerataan dan percepatan pembangunan khususnya di wilayah pedesaan bisa terwujud," tuturnya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu berharap, di periode kedua masa kepemimpinan Presiden Jokowi mampu meniti jalan agar terwujudnya Indonesia emas pada tahun 2045.

Sebagai informasi, setelah selesai pembebasan lahan jalur Puncak Dua yang panjangnya mencapai 46 kilometer ini, Kementerian PUPR sempat membangun sebagian ruasnya pada tahun 2015. Tapi proyeknya sempat terhenti lantaran ada perubahan Detil Engineering Design (DED) di tengah jalan.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers