web analytics
  

PDIP: Kami Tidak Menuntut Jumlah Menteri yang Banyak

Minggu, 20 Oktober 2019 06:19 WIB
Umum - Nasional, PDIP: Kami Tidak Menuntut Jumlah Menteri yang Banyak, menteri jokowi, menteri paling eksis, menteri jokowi paling eksis, jokowi, pdip

Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan menanggapi wacana penerbitan perppu UU KPK di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (27/9). (republika)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Politikus PDIP Arteria Dahlan mengatakan pihaknya tidak mau menambah beban Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penentuan kabinet. PDIP menyerahkan sepenuhnya penentuan menteri termasuk jumlah untuk masing-masing partai koalisi kepada Jokowi.

"PDIP serahkan kepada Pak Jokowi, lami menyadari itu hak prerogatif Bapak Jokowi. Apa pun itu, harus kita hormati sebagai sikap politik Pak Jokowi. Kami tidak mau menambah beban pikiran Pak Jokowi," ujar Arteria di Jakarta, Sabtu (19/10). 

PDIP, kata dia, tidak menuntut jumlah menteri yang banyak kepada Jokowi. Namun, kalau berbicara keinginan, lanjut dia, PDIP tentunya ingin mendapatkan jatah menteri yang lebih banyak sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja-kerja kader, pengurus, dan pendukung dalam memenangkan Jokowi di Pilpres 2019.

"Apalagi perolehan suara PDIP dan Jokowi sangat linier dibandingkan partai lainnya. Kalau suara PDIP naik, pasti suara Pak Jokowi-nya naik. Kemudian, bagaimana konsistensi kami melakukan fungsi-fungsi pemenangan sampai detik terakhir pemilu. Jadi, wajar jika kami ingin yang lebih banyak," jelas dia.

Lebih lanjut, PDIP mempersilakan Jokowi memilih menteri kabinet yang nyaman bagi Jokowi, pekerja keras, tahu kondisi lapangan dan obyektif. Para menteri diharapkan juga memiliki kemampuan eksekutorial untuk menerjemahkan ide, gagasan, dan pesan Jokowi menjadi program yang konkret dan realistis. 

"Banyak tokoh hebat di PDIP. PDIP ini pabrik bagi para pemimpin. Hampir 70 persen kepada daerah Indonesia hasil didikan PDIP. Silakan Pak Jokowi memilih," kata Arteria.  

Sebelumnya, politikus PDIP Masinton Pasaribu mengungkapkan sejumlah kriteria menteri ideal untuk mengisi kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin lima tahun mendatang. Masinton menyebut para menteri mendatang jangan punya agenda sendiri di luar agenda pemerintah.  

"Pertama, harus punya karakter kuat. Jangan kerja sambil pencitraan saja," ujar Masinton saat mengisi diskusi di Kedai Tempo, Utan Kayu, Jakarta Timur, Jumat (18/10). 

Kriteria kedua, lanjut dia, menteri mendatang harus memiliki keberanian. Termasuk, keberanian untuk mengambil kebijakan yang tidak populis. 

Menteri mendatang diminta tetap jalan terus jika kebijakannya tidak populer di mata masyarakat. "Lanjut saja kalau memang dirasa dan diyakini baik. Contoh saat Presiden Jokowi mencabut subsidi BBM untuk dialihkan ke sektor infrastruktur," ungkap Masinton.  

Dia mengingatkan agar jangan sampai menteri nantinya bersembunyi di balik ketiak Presiden saat mengambil kebijakan tak populis. Ketiga, menteri mendatang harus memiliki komitmen dan loyalitas tinggi ke Presiden. Terlebih, kata dia, saat ini memasuki periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi.  

Keempat, menteri mendatang harus mampu bersiasat dengan baik dalam menjalankan tugasnya dan dihadapkan pada kepentingan politik.  "Jangan melakukan guntingan dalam lipatan. Bekerjalah profesional," kata dia.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Update Covid-19 Indonesia Bertambah 3.080 Kasus Baru

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 17:05 WIB

Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 1.739.750 kasus.

Umum - Nasional, Update Covid-19 Indonesia Bertambah 3.080 Kasus Baru, Update Covid-19 Indonesia,Kementerian Kesehatan (Kemenkes),3.080 Kasus Baru,total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia,kasus harian Covid-19

Khawatir Bahaya, Distribusi Vaksin AstraZeneca Dihentikan Sementara

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 14:15 WIB

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memilih bersikap waspada dan menghentikan distribusi serta penggunaan batch CTMAV547.

Umum - Nasional, Khawatir Bahaya, Distribusi Vaksin AstraZeneca Dihentikan Sementara, vaksin AstraZeneca,Kementerian Kesehatan (Kemenkes),vaksin AstraZeneca batch CTMAV547,Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI),Distribusi Vaksin AstraZeneca Dihentikan Sementara

Diserang Banjir, Warga di Kalimantan Utara Terpaksa Tinggalkan Rumah

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 14:05 WIB

Warga beberapa desa di Kalimantan Utara terpaksa harus mengungsi ke tempat sanak saudara untuk sementara waktu.

Umum - Nasional, Diserang Banjir, Warga di Kalimantan Utara Terpaksa Tinggalkan Rumah, Kalimantan Utara,Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB),Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),Kabupaten Malinau,Banjir

Buntut Kasus Antigen Bekas, Semua Direksi Kimia Farma Diagnostika Dipe...

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 11:21 WIB

Langkah tegas diambil Kementerian BUMN yang memecat seluruh direksi Kimia Farma Diagnostika (KFD). Langkah ini diambil s...

Umum - Nasional, Buntut Kasus Antigen Bekas, Semua Direksi Kimia Farma Diagnostika Dipecat, Penggunaan alat rapid tes antigen bekas,alat rapid test antigen bekas,Kasus Alat Tes Antigen Bekas,Menteri BUMN Erick Thohir,PT Kimia Farma Diagnostika,Direksi Kimia Farma Diagnostika Dipecat

Sederet Bukti Indonesia Tak Pernah Akui Israel sebagai Negara

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 11:05 WIB

Salah satunya saat timnas sepakbola Indonesia melewatkan kesempatan untuk lolos ke kompetisi internasional Piala Dunia p...

Umum - Nasional, Sederet Bukti Indonesia Tak Pernah Akui Israel sebagai Negara, Bela Palestina,Palestina,Israel Palestina,Israel Serang Palestina,Israel,Indonesia tak akui Israel

CEK FAKTA: Tes Sederhana Bebas Covid-19 dengan Tahan Napas 10 Detik

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 08:52 WIB

Beredar sebuah postingan di Facebook yang berisikan cara mendeteksi infeksi virus corona dengan mudah, sederhana, dan pr...

Umum - Nasional, CEK FAKTA: Tes Sederhana Bebas Covid-19 dengan Tahan Napas 10 Detik, tes Covid-19 tahan napas 10 detik,Hoaks Covid-19,tahan napas 10 detik,Hoaks,Cek Fakta,Ayobandung cek fakta

Kakorlantas: 1,5 Juta Orang Akan Kembali ke Jabodetabek

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 06:57 WIB

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono mengatakan, diperkirakan 1,5 juta orang bakal kembali ke...

Umum - Nasional, Kakorlantas: 1,5 Juta Orang Akan Kembali ke Jabodetabek, Kakorlantas Polri,Kakorlantas Irjen Pol Istiono,pemudik Jabodetabek,Lebaran 2021,Rapid Test Antigen Acak,Jabodetabek

6 Tewas Usai Perahu Wisata Terbalik di Waduk Kedung Ombo

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 06:04 WIB

Koordinator Basarnas pos SAR Surakarta, Arif Sugiarto, mengatakan, penyebab terbaliknya perahu wisata tersebut lantaran...

Umum - Nasional, 6 Tewas Usai Perahu Wisata Terbalik di Waduk Kedung Ombo, Waduk Kedung Ombo,perahu terbalik Waduk Kedung Ombo,wisatawan tewas Waduk Kedung Ombo,wisatawan tenggelam Waduk Kedung Ombo

artikel terkait

dewanpers