web analytics
  

BMKG Catat Ada Aktivitas Gempa di Sesar Lembang di Awal Oktober

Sabtu, 19 Oktober 2019 08:39 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, BMKG Catat Ada Aktivitas Gempa di Sesar Lembang di Awal Oktober, BMKG, Aktivitas, Gempa, Sesar Lembang, Awal, Oktober,

BMKG mencatat aktivitas gempa di Sesar Lembang di awal Oktober 2019. (BMKG Bandung)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung mencatat adanya aktivitas gempa yang berpusat pada bagian barat Sesar Lembang. Aktivitas tersebut terekam dalam data yang dihimpun Stasiun Geofisika Bandung selama minggu kedua Oktober 2019.

Data itu menunjukkan intensitas gempa bumi yang terjadi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya dalam rentang waktu tersebut. Hasilnya menunjukkan telah terjadi sebanyak 22 gempa bumi dengan magnitudo bervariasi, mulai dari M 2.2 sampai M 4.8 yang didominasi oleh kejadian gempa bumi dangkal (kurang dari 130 km) di selatan Jawa Barat. 

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Tony Agus Wijaya menyebutkan, rangkaian gempa di Jawa Barat dan sekitarnya berasal dari dua sumber utama, yakni dari zona subduksi lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia dari selatan hingga ke utara Jabar, dan dari empat sesar aktif di daerah Jabar, meliputi sesar Cimandiri, Lembang, Baribis, dan Garsela.

"Selain itu, di daerah Selat Sunda hingga selatan Banten terdapat beberapa sesar aktif, yaitu sesar Ujung Kuulin dan Semangko," jelasnya ketika dihubungi Ayobandung.com, Sabtu (19/10/2019).

Dari data yang tercatat dalam rentang waktu 4-10 Oktober 2019, Stasiun Geofisika Bandung mengategorisasi ke-22 gempa yang terjadi berdasarkan sumbernya. Sejumlah sumber gempa tersebut berasal dari Laut Selatan Jawa sebanyak 6 gempa, Laut Pesisir Barat Sumatera sebanyak 6 gempa, Lampung Selatan sebanyak 2 gempa, wilayah Bengkulu episenter laut sebanyak 3 gempa, wilayah Bengkulu episenter darat sebanyak 1 gempa, wilayah Bogor episenter darat sebanyak 3 gempa, dan wilayah Kabupaten Bandung episenter darat sebanyak 1 gempa.

AYO BACA : Potensi Gempa dari 'Ular Panjang' Bernama Sesar Lembang

Gempa yang berasal dari wilayah Kabupaten Bandung inilah yang disinyalir berpusat di Sesar Lembang. Tony menyebutkan gempa tersebut terjadi pada 4 Oktober 2019.

"Pada 4 Oktober pukul 18.56 WiB , di pusat gempa -7,01 LS 107,5 BT , kedalaman 24 Km. Gempa tersebut berpusat di barat Sesar Lembang, Magnitudo-nya 2,5," ungkapnya.

Namun, dirinya menyebutkan gempa tersebut termasuk ke dalam skala kecil. Dengan begitu, getarannya bahkan tidak dirasakan manusia.

"Kekuatannya kategori kecil dan tidak dirasakan manusia," jelasnya.

Guna mengantisipasi dampak dari potensi gempa yang terjadi, Tony mengatakan masyarakat dapat senantiasa membekali diri lewat informasi perihal gempa di aplikasi BMKG yang dapat diunduh. Selain itu, langkah mitigasi pun diperlukan guna meminimalisasi dampak buruk bencana.

AYO BACA : Erupsi Tangkuban Parahu Pengaruhi Sesar Lembang?

"BMKG siap melayani informasi gempa. Masyarakat bisa memperoleh info melalui aplikasi "Info BMKG" dan media sosial Facebook, Twitter juga Instagram BMKG," jelasnya.

"Lakukan juga langkah mitigasi pergurangan risiko secara bertahap dan dimulai dari dekat kita. Misalnya dengan merencanakan jalur evakuasi ke ruangan terbuka terdekat, menata interior agar benda berat tidak jatuh saat gempa, dan memeriksa bangunan kita, agar memenuhi syarat bangunan tahan gempa," tambahnya.

Gempa Sesar Lembang menjadi salah satu hal yang tengah banyak diantisipasi masyarakat. Pasalnya, informasi yang beredar menyebutkan bahwa gempa Sesar Lembang berpotensi muncul hingga Magnitudo 7 dengan dampak destruktif.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Sub Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Ahmad Solihin mengatakan, berdasarkan sejumlah penelitian yang diinisiasi baik LIPI maupun ITB, potensi gempa yang dapat dikeluarkan Sesar Lembang memang berada di kisaran Magnitudo 6,5 hingga M7,0.

Namun, hal tersebut baru merupakan satu skenario kemungkinan dari pelepasan energi gempa Sesar Lembang. Ahmad mengatakan, besaran Magnitudo yang lebih kecil bisa saja terjadi apabila pelepasan energi gempa tidak berlangsung sekaligus.

"Potensi gempa dari Sesar Lembang yang mencapai M6,5 -M7,0 adalah magnitudo maksimum yang mungkin terjadi, apabila satu segmen Sesar Lembang yang panjangnya sekitar 29 km bergerak sekaligus," ungkapnya, Senin (14/10/2019).

"Namun, hingga kini masih belum ada yang tahu berapa besar probabalitas kejadian tersebut. Apakah akan sekaligus besar, atau gempanya lebih kecil tapi berkali-kali, masih belum ada yang tahu," lanjutnya.

AYO BACA : LIPKHAS GEMPA: Gempa Banten Beri Pesan untuk Kota Bandung

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers