web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Ini Alasan Seseorang Melakukan Cross-Dressing

Jumat, 18 Oktober 2019 15:45 WIB

Ilustrasi (republika)

JAKARTA, AYOBANDUNg.COM--Seorang pelaku crossdressing tak bisa langsung disebut transgender. Namun, bagi mereka para transgender sudah pasti melakukan crossdressing.

Psikolog Ine Indriani, MPsi, Psi, mengatakan, faktor seseorang melakukan crossdressing beragam. Misalnya, ada yang melakukannya karena tuntutan profesionalisme.

AYO BACA : Psikolog: Crosshijabers Belum Tentu Alami Penyimpangan Seksual

Untuk hal yang satu ini, kata Ine, crossdressing biasanya dilakukan para pekerja seni. Para seniman ini melakukannya demi memerankan tokoh atau karakter tertentu.

"Ini tidak ada masalah. Sama sekali tidak terkait dengan kelahiran," ujar Ine, Jumat (18/10/2019).

AYO BACA : Cegah Crosshijaber, MUI Minta Pengelola Masjid Waspada

Crossdressing yang bermasalah adalah yang mengubah gendernya (transgender). Mereka melakukannya karena memang ingin bertransformasi dari laki-laki menjadi perempuan, atau sebaliknya.

Bila hal ini yang menjadi dasar crossdressing, maka pelaku mungkin saja terpengaruh pergaulan atau memiliki latar belakang lainnya di masa lalu. Selain itu, kesalahan pola asuh juga bisa menjadi faktor seseorang melakukan crossdressing.

"Peran yang tidak seimbang antara ayah dan ibu. Role modelnya dari gender yang seharusnya kurang atau bisa juga ada bawaan gen hormon yang mempengaruhi kondisi gender dirinya," tambah Ine.

Namun, ada pula crossdressing yang dilakukan untuk berniat jahat atau menyamar. Misalnya, seseorang ingin melakukan penipuan sehingga menuntutnya berpenampilan berbeda dari gendernya.

AYO BACA : Psikolog: Crossdressing Belum Tentu Transgender

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers