web analytics
  

Jabat Ketua DPD RI, La Nyalla Tetap Maju Jadi Calon Ketum PSSI

Kamis, 17 Oktober 2019 13:51 WIB Fira Nursyabani
Umum - Nasional, Jabat Ketua DPD RI, La Nyalla Tetap Maju Jadi Calon Ketum PSSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti, ketum PSSI, PSSI, ketua DPD RI, tersangka korupsi, pelantikan DPD RI, pimpinan DPD RI

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) La Nyalla Mahmud Mattalitti. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti mengatakan ada dorongan besar baginya untuk memenuhi permintaan para pemilik suara dengan maju sebagai calon Ketua Umum PSSI. Dorongan utamanya adalah ingin memastikan Instruksi Presiden nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional berjalan dengan baik.

"Niat saya masuk di PSSI itu ingin mengawal Inpres nomor 3 tahun 2019, sudah keluar sejak Januari 2019 namun tidak berjalan baik karena tidak dikawal," kata La Nyalla dalam wawancara khusus dengan LKBN Antara, di Kompleks Parlemen, Rabu (17/10/2019).

Dia menilai salah satu masalah Inpres tersebut tidak berjalan adalah tidak ada pihak yang mengawalnya, sehingga posisi dia sebagai Ketua DPD RI bisa ikut mengawal Inpres tersebut.

AYO BACA : La Nyalla Mattalitti, dari Tersangka Korupsi hingga Ketua DPD RI

Menurut dia, DPD RI bisa bekerja sama dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan BUMN yang ditransformasikan kepada anggota DPD RI sebanyak 136 orang di 34 Provinsi di seluruh Indonesia.

"Kalau 136 anggota DPD RI ikut mengawal maka sepak bola Indonesia akan maju. Salah satu tugas DPD RI adalah membangun daerah, termasuk sepak bola di daerah," ujarnya.

Senator asal Jawa Timur itu menegaskan jadi Ketum PSSI tidak akan mengganggu kinerjanya sebagai Ketua DPD RI. Bahkan ia menilai organisasi PSSI akan semakin maju karena ada peran DPD RI dalam mengawal Inpres 3/2019.

AYO BACA : Timnas Indonesia “Bubuk”, Exco PSSI Minta Simon McMenemy Lengser

"Pencalonan saya sebagai caketum PSSI tidak akan ganggu kerja DPD RI, karena kami kolektif kolegial, siapa memimpin siapa. Kami saling kerja sama yang baik antara Pimpinan DPD dengan anggota DPD, bisa membaur," ujarnya.

Menurut dia, keterlibatan anggota DPD RI dalam percepatan pembangunan sepak bola nasional bisa dilakukan dengan membantu mencari pembiayaan bagi perkembangan sepak bola di daerah-daerah.

"Masa kalau pejabat negara (anggota DPD RI) meminta dibantu kepada kepala daerah untuk pembiayaan sepak bola tidak dibantu. Namun siapapun Ketua PSSI, harus kerja sama dengan DPD RI agar maju," katanya.

La Nyalla menegaskan bahwa dirinya maju dalam bursa calon ketua umum PSSI hanya bertujuan memperbaiki organisasi tersebut. Dia berharap para pemilik suara tidak "membeli kucing dalam karung" sehingga harus tahu visi-misi calon kedepan, memilih bukan karena terpaksa dan tertekan.

"Saya tidak pernah daftar PSSI namun kehendak dari voters yang mendaftarkan, lalu saya diminta tandatangan, alhamdulillah lolos. Saya sebenarnya masih Ketum PSSI karena belum pernah dicopot dalam Kongres PSSI, itu sebenarnya melanggar namun saya tidak mau mempermasalahkan," katanya.

AYO BACA : Akibat Ulah Suporter, PSSI Didenda Rp 643 Juta

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Warganet Ramai Kritik Moeldoko, Disuruh Buat Partai Sendiri

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 23:17 WIB

Warganet ramai-ramai kritik Moeldoko karena ambil alih Partai Demokrat lewat kongres luar biasa atau KLB di Serdang, Sum...

Umum - Nasional, Warganet Ramai Kritik Moeldoko, Disuruh Buat Partai Sendiri, Moeldoko,Partai Demokrat,klb demokrat

KLB Partai Demokrat Diwarnai Bentrokan, Warga dan Aparat Jadi Korban

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 23:13 WIB

Dualisme Partai Demokrat yang mencuat dengan adanya Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di The Hill Hotel Sibolangit K...

Umum - Nasional, KLB Partai Demokrat Diwarnai Bentrokan, Warga dan Aparat Jadi Korban, KLB Partai Demokrat,Bentrokan KLB Demokrat,Kudeta Partai Demokrat

Imun Muncul 28 Hari Usai Vaksinasi Kedua

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 22:39 WIB

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, efektivitas vaksin atas timbulnya imun baru akan efektif muncul pada 2...

Umum - Nasional, Imun Muncul 28 Hari Usai Vaksinasi Kedua, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin,Vaksinasi Covid-19,imun tubuh

SBY: Saya Tak Pernah Merusak Partai Lain

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 22:16 WIB

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara tegas menyatakan Kongres Luar Biasa PD di De...

Umum - Nasional, SBY: Saya Tak Pernah Merusak Partai Lain, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),Kudeta Parta Demokrat,Kongres LB Partai Demokrat,Moeldoko

AHY: Moeldoko Ketua Umum Demokrat Abal-Abal

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 20:01 WIB

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa kongres luar biasa (KLB) yang digelar di Deli...

Umum - Nasional, AHY: Moeldoko Ketua Umum Demokrat Abal-Abal, Kudeta Partai Demokrat,Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),Kepala KSP Moeldoko,klb demokrat

KLB Partai Demokrat Tetapkan Moeldoko Jadi Ketua Umum

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 16:13 WIB

Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat  menetapkan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai ketua umum p...

Umum - Nasional, KLB Partai Demokrat Tetapkan Moeldoko Jadi Ketua Umum, klb demokrat,moeldoko demokrat,Moeldoko,Partai Demokrat,Hinca Panjaitan,Jhoni Allen Marbun

Ngomong Benci Produk Asing, Jokowi: Gitu Aja Kok Ramai

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 15:08 WIB

Ngomong Benci Produk Asing, Jokowi: Gitu Aja Kok Ramai

Umum - Nasional, Ngomong Benci Produk Asing, Jokowi: Gitu Aja Kok Ramai, jokowi benci produk asing,boikot produk asing,jokowi,Produk Dalam Negeri

Garuda Indonesia Sediakan Tes Antigen Gratis Bagi Penumpang Domestik

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 14:29 WIB

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia meluncurkan program layanan rapid test antigen gratis bagi seluruh penumpang rute...

Umum - Nasional, Garuda Indonesia Sediakan Tes Antigen Gratis Bagi Penumpang Domestik, Garuda Indonesia tes antigen,tes antigen Garuda Indonesia,Garuda Indonesia,Rapid Test Antigen
dewanpers