web analytics
  

Survei: 60,6% Warga Bekasi Setuju Gabung Jakarta

Kamis, 17 Oktober 2019 11:21 WIB
Umum - Regional, Survei: 60,6% Warga Bekasi Setuju Gabung Jakarta, bekasi hari ini, berita bekasi, ayobekasi, bekasi gabung jakarta, survei warga bekasi

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Suara.com/Chyntia Sami Bhayangkara)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Wacana pemekaran wilayah Jakarta yang melibatkan Bekasi untuk bergabung dengan ibu kota telah lama bergulir. Untuk menguji wacana itu, Media Survei Nasional (Median) melakukan survei untuk mengetahui apakah masyarakat Bekasi sendiri setuju dengan wacana itu.

Survei dilakukan pada 21 September sampai 5 Oktober 2019 dengan jumlah responden 500 orang warga Kota Bekasi dan 500 orang DKI Jakarta dengan tema 'Persepsi Penduduk Kota Bekasi dan DKI Jakarta Atas Rencana Penggabungan Kota Bekasi dan DKI Jakarta'.

Metode penelitian yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error sebesar 4,3% dan tingkat kepercayaan 95%. Hasilnya, 60,6% warga Bekasi ternyata mendukung rencana kotanya bergabung dengan Jakarta.

AYO BACA : Dua Remaja Bekasi Terindikasi Gangguan Jiwa karena Kecanduan Gim

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun mengatakan mayoritas warga Bekasi menjawab setuju ketika ditanya soal rencana itu. "Hasil survei ditemukan bahwa sebanyak 60,6% warga Kota Bekasi setuju jika Kota Bekasi bergabung dengan DKI Jakarta. Hanya sebesar 11,4% warga saja yang tidak setuju," kata Rico Marbun dalam keterangan pers tertulis, Rabu (16/10/2019).

Dari data survei yang diterima, 26,0% responden mengatakan tidak tahu. Selain itu, 71,2% warga Bekasi juga sudah mengetahui adanya rencana tersebut.

"Ternyata sebanyak 71,2 % warga Kota Bekasi mengetahuinya. Hanya sebesar 28,8% warga yang tidak mengetahui isu tersebut," kata Rico.

AYO BACA : Teroris di Bekasi yang Ditangkap Densus 88 Masih Berusia 20 Tahun

Survei itu juga menelusuri alasan mengapa warga Bekasi setuju kotanya bergabung dengan Jakarta. Hasilnya, kebanyakan beralasan karena Bekasi lebih dekat dengan Jakarta dibandingkan Bandung.

"7,8% menganggap akan lebih maju dan berkembang, 7,8% setuju dengan usulan pemkot Bekasi bergabung dengan DKI Jakarta, 5,8% menganggap lebih strategis dengan DKI Jakarta, dan 5,8% ingin mengatasi pengangguran," jelas Rico.

Rico menyebut kebanyakan warga yang setuju merupakan masyarakat dengan usia produktif, yakni 17-50 tahun. Menurutnya pada dasarnya warga Bekasi menyambut rencana ini dengan tujuan yang baik.

"Tersirat ada keinginan dan harapan bila bergabung dengan Jakarta maka akan ada harapan mobilitas vertikal secara ekonomi," katanya.

AYO BACA : Kelas Ambruk, Siswa SLB C Bundaku Bekasi Belajar di Tenda Darurat

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Puluhan Rumah di Tasik Rusak Disapu Puting Beliung

Regional Sabtu, 23 Januari 2021 | 03:42 WIB

Puluhan rumah di Kota Tasikmalaya rusak disapu angin kencang dan pohon tumbang pada Jumat (22/1/2021).

Umum - Regional, Puluhan Rumah di Tasik Rusak Disapu Puting Beliung, puting beliung tasik,Berita Tasikmalaya Hari Ini,Angin Puting Beliung,bpbd kota tasik

Lagi, Klaster Pesantren Muncul di Garut

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 22:42 WIB

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut mengonfirmasi kemunculan klaster penyebaran Covid-19 di lingku...

Umum - Regional, Lagi, Klaster Pesantren Muncul di Garut, Satgas Covid-19 Kabupaten Garut,Klaster Pesantren,Pemkab Garut,Santri Positif Covid-19

Setelah Tetapkan Herman-Tb Mulyana Menang, KPU Cianjur Lakukan Ini

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 20:29 WIB

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur akan menyampaikan usulan pengesahan pengangkatan Herman Suherman-Tb Mulyan...

Umum - Regional, Setelah Tetapkan Herman-Tb Mulyana Menang, KPU Cianjur Lakukan Ini, KPU Cianjur,Herman Suherman-Tb Mulyana

Usai Ditetapkan, Herman Panggil Kepala OPD Jalankan 100 Hari Kerja

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 20:04 WIB

Tidak membuang waktu lagi, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman yang sudah ditetapkan sebagai pemenang Pemilihan Bupati da...

Umum - Regional, Usai Ditetapkan, Herman Panggil Kepala OPD Jalankan 100 Hari Kerja, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman,Program 100 Hari Kerja

Vaksin Covid-19 Sinovac Untuk Kota Tasikmalaya Belum Datang

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 19:35 WIB

Vaksin Covid-19 Sinovac untuk Kota Tasikmalaya yang rencananya datang pada Jumat (22/1/2021) ternyata masih belum datang...

Umum - Regional, Vaksin Covid-19 Sinovac Untuk Kota Tasikmalaya Belum Datang, Vaksin Covid-19 Kota Tasikmalaya,vaksin Covid-19 Sinovac,Vaksinasi Covid-19 di Kota Tasikmalaya

Dugaan Korupsi Dana Hibah, Bendara KONI Kota Tasikmalaya Jadi Tersangk...

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 19:06 WIB

Kasus dugaan korupsi dana hibah tahun 2018 di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tasikmalaya, terus bergulir...

Umum - Regional, Dugaan Korupsi Dana Hibah, Bendara KONI Kota Tasikmalaya Jadi Tersangka, KONI Kota Tasikmalaya,Korupsi Dana Hibah

Abaikan Keselamatan Kerja, Kontraktor Pembangunan Gedung Setda Cianjur...

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 18:35 WIB

Pekerja pembangunan gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cianjur, abai keselamatan kerja dan protokol kesehatan....

Umum - Regional, Abaikan Keselamatan Kerja, Kontraktor Pembangunan Gedung Setda Cianjur Terancam Sanksi, Pembangunan Gedung Setda Cianjur,Dinas PUPR Kabupaten Cianjur

Jabar Siapkan Skenario Penyuntikan agar Vaksinasi COVID-19 Lebih Cepat

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 18:31 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, saat ini, pihaknya intens membuat skenario penyuntikan vaksin COVID-19. Tuj...

Umum - Regional, Jabar Siapkan Skenario Penyuntikan agar Vaksinasi COVID-19 Lebih Cepat, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,skenario penyuntikan vaksin COVID-19,Vaksinasi Covid-19 di Jabar
dewanpers