web analytics
  

Psikolog: Crosshijabers Belum Tentu Alami Penyimpangan Seksual

Rabu, 16 Oktober 2019 15:21 WIB Rizma Riyandi

Ilustrasi (republika)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Psikolog klinis yang praktek di Rumah Sakit Fatmawati Widya Shintia Sari, M.Psi mengatakan 'crosshijabers' jangan langsung dilabeli penyimpangan seksual sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikannya.

"Untuk penyimpangan seksual atau tidak, tentunya tidak bisa gegabah untuk me-'label' demikian karena sangat bergantung pada hal yang melatarbelakangi dan hasil pemeriksaan lebih lanjut," kata Widya di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

AYO BACA : Hijabers, Hati-hati Jarum Pentul Tertelan saat Merapikan Hijab

Komunitas "crosshijaber" adalah kumpulan para pria yang senang berpenampilan layaknya perempuan dengan mengenakan hijab bergaya syar'i lengkap dengan cadar.

Widya menuturkan perlu dilihat lebih lanjut latar belakang termasuk motivasi atau tujuan yang menyebabkan pria berpenampilan seperti perempuan dan memakai hijab.

AYO BACA : Psikolog Jelaskan Fenomena Laki-laki Berhijab Atau Crosshijaber

Menurut Widya, ada beberapa kemungkinan hal yang melatarbelakangi "crosshijabers" yakni pelaku memiliki kecenderungan mencari kepuasan seksual dengan cara demikian atau kecenderungan "transvestic fetishism".

Widya menuturkan pelaku "crosshijabers" merasa hal tersebut lucu dan menghibur; pelaku senang ikut-ikutan trend yang berkemungkinan membuat dirinya ikut "populer" atau mencari perhatian.

Pelaku crosshijabers juga bisa terdorong dengan motivasi mencari konten untuk media sosial agar "viral".

Pelaku dapat juga memiliki motivasi dengan tujuan penyamaran, penipuan, atau hal-hal mengarah ke tindak kriminal.

"Perlu dilihat juga pelakunya di bawah pengaruh obat, substance atau tidak," ujarnya.

AYO BACA : Geger Crosshijaber, Ini Tanggapan Wakil Wali Kota Bandung

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers