web analytics
  

Buku Sejarah Pemikiran dan Gerakan Politik Persis Resmi Diluncurkan

Rabu, 16 Oktober 2019 13:43 WIB Nur Khansa Ranawati

Kiri ke kanan : Guru Besar UPI Cecep Darmawan, Tokoh Persis dan Guru Besar Unpad Atip Latipulhayat, Sejarawan Pepen Iwan Fauzan dan Tiar Anwar Bachtiar di peluncuran buku Sejarah Pemikiran dan Gerakan Politik Persis terbitan Persis di Hotel Amaroosa Bandung, Rabu (15/9/2019). (ayobandung.com/Nur Khansa) (Khansa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Buku bertitel Sejarah Pemikiran dan Gerakan Politik Persis terbitan Persis Pers resmi diluncurkan di Bandung, Rabu (15/9/2019). Buku tersebut secara umum membahas soal dinamika pemikiran PP Persis sejak awal terbentuknya serta peran politik organisasi tersebut dalam sejarah NKRI.

Kedua penulisnya merupakan pegiat PP Persis, yakni sejarawan Islam Tiar Anwar Bachtiar setta Kandidat Doktor Sejarah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pepen Irfan Fauzan. Buku ini merupakan buah penelitian dan hasil riset akademik keduanya di Departemen Sejarah Universitas Indonesia yang dibubukan setebal 392 halaman.

AYO BACA : Viral Gadis Bekasi Pasang Baliho Demi Tarik Perhatian Aktor Korea

Wakil Ketua Umum Persis, Jeje Zaenudin mengapresiasi terbitnya buku tersebut. Dirinya menilai hal ini dapat menjadi bekal Persis untuk dapat terus berkembang dan tetap relevan dengan zaman.

"Ini dapat menjadi basis kemunculan teori continuity and change, dimana ada purifikasi atau pemurnian gerakan serta dinamikanya. Bila hanya memandang ke belakang akan sulit maju, begitupun jika hanya memandang ke depan maka akan kehilangan landasan," ungkapnya dalam acara peluncuran dan bedah buku tersebut di Hotel Amaroosa Bandung.

AYO BACA : Berapa Biaya Iklan Billboard Sewaan Gadis Bekasi Demi Aktor Korea?

Sementara itu, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia, Cecep Darmawan menyebutkan bahwa buku tersebut memiliki tiga nilai utama, yakni religi, sejarah dan politis dalam konteks luas. Dirinya juga mengatakan buku ini cukup representatif dalam mengupas kompilasi sejarah Persis beserta para tokohnya, termasuk nilai-nilai yang diperjuangkan.

"Namun akan lebih kontekstual lagi jika dimasukkan pembahasan bagaimana sejarah perjuangan Persis dari awal Reformasi hingga hari ini," ungkapnya dalam kesempatan yang sama.

Dirinya mengatakan, buku ini juga mampu menambah khasanah dialektis mengenai ketatanegaraan di Indonesia melalui pembahasan konsep 'Agama dan Negara' nya.

AYO BACA : Wabup Indramayu Akui Tak Tahu Kasus Korupsi Supendi

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers