web analytics

DPRD Bogor Dorong Pembangunan Jalur Puncak Dua

clockRabu, 16 Oktober 2019 09:01 WIB userFira Nursyabani
Umum - Regional, DPRD Bogor Dorong Pembangunan Jalur Puncak Dua, Jalur puncak dua, dprd kabupaten bogor, sistem kanalisasi, jalur puncak bogor, berita bogor, ayobogor, bogor hari ini

Suasana kepadatan kendaraan saat pemberlakuan sistem satu arah di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/10/2019). (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto menyebutkan bahwa pembangunan Jalur Puncak Dua tetap menjadi solusi penyelesaian kemacetan di Kawasan Puncak. Jalur Puncak Dua dinilai tetap dibutuhkan meski tak lama lagi di Jalur Megamendung-Cisarua itu akan diberlakukan sistem kanalisasi 2-1.

"Saya rasa sistem 2-1 tidak menyelesaikan jangka panjang di Puncak. Kalau mau menyelesaikan masalah di Puncak, jalan satu satunya membuka jalur Puncak Dua, selesaikan pembangunan jalur Puncak Dua," ujarnya, Rabu (16/10/2019).

AYO BACA : Polres Bogor: Sistem Kanalisasi 2-1 Jalur Puncak Sudah Dikaji

Meski begitu, ia mengapresiasi ikhtiar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), dan kepolisian dalam melakukan terobosan dengan cara uji coba sistem kanalisasi 2-1 pada 27 Oktober.

Sistem kanalisasi 2-1 merupakan pengganti sistem buka tutup yang sudah berlangsung setiap akhir pekan di jalur Puncak sejak sekitar 30 tahun silam. Jika dalam sistem buka tutup kendaraan hanya bisa bergerak satu arah pada waktu tertentu (Simpang Gadog-Puncak), maka pada sistem 2-1, kendaraan dapat bergerak dari dua arah dalam waktu bersamaan.

AYO BACA : Akibat Macet, Puncak Bogor Dicoret dari Destinasi Wisata Nasional

Sistem ini akan membagi Jalur Puncak menjadi tiga lajur. Dari tiga lajur yang ada, nantinya mulai pukul 03.00 WIB-13.00 WIB, lajur satu dan dua akan diperuntukkan bagi kendaraan yang mengarah ke Puncak (naik). Sedangkan lajur tiga untuk kendaraan menuju arah Gadog (turun).

Kemudian, pukul 14.00 WIB-20.00 WIB arus lalu lintas berubah menjadi lajur 1 untuk kendaraan mengarah ke Puncak (naik). Sedangkan lajur dua dan tiga untuk kendaraan yang mengarah ke Simpang Gadog (turun).

Meski begitu, Rudy mengatakan bahwa pembangunan Jalur Puncak Dua tetap menjadi solusi jangka panjang penanganan kepadatan volume kendaraan di jalur Puncak Cisarua. Karena, kini yang terjadi para pengendara baik tujuan Puncak, Cianjur, Sukabumi, maupun Bandung melintasi jalur yang sama, yaitu Ciawi-Cisarua.

Sedangkan, kata Rudy ketika jalan yang biasa disebut Poros Tengah Timur Kabupaten Bogor itu sudah terbangun, beban kendaraan di jalur Puncak akan terbagi. Bagi pengendara dengan tujuan Cianjur, Bandung, dan Sukabumi lewat jalur Puncak Dua, sementara jalur Ciawi-Cisarua hanya untuk para pengendara yang memang memiliki tujuan ke kawasan Puncak Bogor.

"Kita akan mendorong, supaya pemerintah pusat melanjutkan pembangunan Jalur Puncak Dua. Sebelum pemerintah pusat melakukan pembangunan di daerah-daerah yang lebih jauh, ingat Kabupaten Bogor adalah penyangga ibu kota," kata Rudy.

AYO BACA : Dipadati Ribuan Kendaraan, Bupati Bogor Bikin Gerakan 'Save Puncak'

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Buntut Sidak Forkopimda dan Dewan, Dinkes Panggil Manajemen RSDH

Regional Jumat, 30 Juli 2021 | 18:50 WIB

Manajemen Rumah Sakit Dr. Hafidz dipanggil Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur.

Umum - Regional, Buntut Sidak Forkopimda dan Dewan, Dinkes Panggil Manajemen RSDH, Sidak Forkopimda,Manajemen RSDH,Dinkes,penolakan pasien Covid-19,dokter spesialis berstatus PNS nyambi,Cianjur,Buntut Inspeksi

Lagi, Dua Ular Sanca Kembang dan Telurnya Diamankan di Purwakarta

Regional Jumat, 30 Juli 2021 | 15:29 WIB

Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta kembali melakukan pencarian u...

Umum - Regional, Lagi, Dua Ular Sanca Kembang dan Telurnya Diamankan di Purwakarta, Ular Sanca Kembang,Penemuan ular Purwakarta,Purwakarta,DPKPB Purwakarta

Sukabumi Diguncang Gempa Magnitudo 2,6

Regional Jumat, 30 Juli 2021 | 15:25 WIB

Peristiwa alam itu juga dikabarkan pada unggahan Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimato...

Umum - Regional, Sukabumi Diguncang Gempa Magnitudo 2,6, gempa sukabumi,gempa tektonik,BMKG,Sesar Cimandiri,Sukabumi

Update Kasus Covid-19 Jabar: Pangandaran Paling Rendah

Regional Jumat, 30 Juli 2021 | 10:53 WIB

Kasus Covid-19 di Jawa Barat (Jabar) sebanyak 597.991 kasus setelah bertambah 7.519 kasus pada Jumat, 30 Juli 2021.

Umum - Regional, Update Kasus Covid-19 Jabar: Pangandaran Paling Rendah, Covid-19 Jabar,Kasus Covid-19 Jabar,Data covid-19 jabar,data covid-19 jabar hari ini,Data Covid-19 Jabar terbaru,Update Data Covid-19 Jabar

Jabar Kehilangan Rp20 Miliar Sehari Selama PPKM Darurat

Regional Jumat, 30 Juli 2021 | 10:51 WIB

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengungkapkan kalau semua mengalami kehilangan pendapatan walaupun nilainya berbeda-beda. Ri...

Umum - Regional, Jabar Kehilangan Rp20 Miliar Sehari Selama PPKM Darurat, Ridwan Kamil,ppkm darurat jabar,PPKM Darurat,PPKM Darurat Adalah,PAD Jabar

Dialog Pelaku Usaha Jabar dan Sandiaga Uno Hasilkan 7 Poin Kesimpulan

Regional Jumat, 30 Juli 2021 | 09:33 WIB

Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Jawa Barat membeberkan hasil dialognya dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreat...

Umum - Regional, Dialog Pelaku Usaha Jabar dan Sandiaga Uno Hasilkan 7 Poin Kesimpulan, Menparekraf Sandiaga Uno,Sandiaga Uno,PHRI Jawa Barat,pelaku usaha parekraf Jabar,Bendera Putih

Kisah Pemulasara Covid-19 Perempuan, Tak Jarang Pulang Subuh Setelah M...

Regional Jumat, 30 Juli 2021 | 06:41 WIB

Petugas pemulasara Covid-19 makin sibuk dari hari ke hari. Hal ini dirasakan Hari Nuryani, seorang pemulasara mayat pasi...

Umum - Regional, Kisah Pemulasara Covid-19 Perempuan, Tak Jarang Pulang Subuh Setelah Mengurus Mayat, pemulasara covid-19,kisah pemulasara covid-19,COVID-19,Kisah Covid-19

Alhamdulillah! Kota Sukabumi Keluar dari Zona Merah

Regional Jumat, 30 Juli 2021 | 06:33 WIB

Kota Sukabumi baru saja keluar dari zona merah atau risiko tinggi Covid-19. Kondisi ini terjadi karena menurunnya posit...

Umum - Regional, Alhamdulillah! Kota Sukabumi Keluar dari Zona Merah, Kota Sukabumi,Zona Merah Covid-19,kota sukabumi zona oranye,zona risiko covid-19 Jabar

artikel terkait

dewanpers
arrow-up