web analytics
  

Kenedy Rampok Minimarket Berbekal “Revolver” demi Tato Rp300.000

Selasa, 15 Oktober 2019 17:37 WIB Erika Lia

Rajah atau tato bergambar burung Feniks tercetak di lengan salah satu pelaku curas di minimarket Kabupaten Cirebon. (Erika Lia/Ayocirebon.com)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM – Dua pria nekat merampok minimarket berbekal senjata api mainan revolver. Membuat tato atau rajah bergambar burung Feniks (Phoenix) seharga Rp300.000 menjadi alasan mereka.

Kedua pelaku tersebut adalah LK (Kenedy) dan RF, yang masing-masing berusia 22 tahun.

Mereka dicokok petugas Polres Cirebon setelah diduga melakukan pencurian dengan kekerasan di minimarket, Jalan Imam Bonjol, Desa Bobos, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, pada 9 Oktober 2019.

Tak hanya berbekal revolver mainan yang belakangan diketahui sebagai sebuah pemantik api, kedua tersangka menerobos masuk dan mengancam karyawan minimarket yang sedang berjaga, pula dengan mengacungkan senjata tajam jenis celurit.

"Kedua pelaku langsung menerobos masuk toko, menodongkan pistol mainan dan celurit, seraya mengancam karyawan yang berjaga untuk menyerahkan uang dalam mesin kasir," ungkap Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto, Selasa (15/10/2019).

AYO BACA : Ingin Buat Tato, Pertimbangkan 6 Hal Ini Secara Matang

Saat beraksi, kedua pelaku mengenakan helm dan mengendarai sebuah sepeda motor.

Aksi mereka sendiri terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di dalam dan luar toko.

Meski mengenakan helm, berbekal rekaman kamera pengawas, polisi berhasil meringkus keduanya.

"Kejadiannya terekam CCTV, kami selidiki dan kembangkan kasusnya sampai berhasil menangkap kedua pelaku," cetus Suhermanto.

Selain uang dari mesin kasir, kedua tersangka merampas satu unit tablet dari tangan karyawan minimarket.

AYO BACA : Bojan Bakal Dedikasikan Tato untuk Bobotoh

Menurut Suhermanto yang didampingi Kasat Reskrim Polres Cirebon AKP Anton, kedua pelaku yang sama-sama tercatat sebagai warga Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, ini telah beraksi dengan modus dan sasaran yang sama selama setidaknya dua kali.

"Dua kali (beraksi kejahatan), satu di Bobos, Kabupaten Cirebon, dan satu lagi lokasi kejadian di Kota Cirebon," tuturnya.

Anton menambahkan, pihaknya masih mendalami dugaan tindakan serupa kedua pelaku di lokasi lain.

"Masih kami kembangkan dan dalami adanya TKP (tempat kejadian perkara) lain," ujarnya.

Kedua pelaku diketahui diamankan di Kabupaten Kuningan. Selain pemantik api berbentuk pistol revolver dan celurit bergagang kayu, petugas mengamankan pula sejumlah barang bukti lain, di antaranya sebuah tablet, satu unit sepeda motor matic, penutup wajah, helm, jaket, dan sarung tangan.

Akibat kejadian itu sendiri, Alfamart di Bobos merugi sedikitnya Rp14 juta. Keduanya terancam hukuman penjara paling lama 20 tahun karena melanggar Pasal 365 KUHP.

Sementara itu, seorang tersangka, LK mengaku melakukan tindak kriminal itu agar bisa membuat tato. Tato yang menurutnya bergambar burung Feniks (burung api dalam legenda Mesir) itu kini tercetak pada bagian kiri atas lengannya.

"Ini gambar burung Feniks. Biaya bikinnya (biaya merajah/menato) Rp300.000," ucapnya.

AYO BACA : Santri Ponpes Kuningan Ditusuk Preman Bertato di Kota Cirebon

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers