web analytics
  

Pemerintah Ajak Petani Garap Hilirisasi Kakao

Minggu, 13 Oktober 2019 20:39 WIB A. Dadan Muhanda
Umum - Nasional, Pemerintah Ajak Petani Garap Hilirisasi Kakao, Kementan, kakao, Cokelat,

Kakao. (istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kakao menjadi salah satu komoditas perkebunan pencetak devisa negara. Karena itu, pemerintah mendorong hilirisasi agar petani mendapatkan nilai tambah.

“Jika petani tak diberi ruang untuk mengembangkan produk turunan, maka sekitar 2.000% nilai tambah hilang (dimanfaatkan pihak lain,red). Karena itu, pada tahun 2020 kami akan meningkatkan hilirisasi kakao petani,” kata Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono.

Bahkan Kasdi mengatakan, pihaknya akan mendorong petani kakao bisa mengolah kakao menjadi produk yang siap konsumsi. Nantinya olahan kakao tersebut bisa dipasarkan ke supermarket atau toko.

“Kita juga siapkan off takernya. Kemudian melibatkan swasta, BUMN dan Pemda. Pemerintah pusat akan menyediakan infrastrukturnya,” katanya.

Menurut Kasdi, hilirisasi kakao tak hanya memberi bantuan alat pengering ke petani. Namun, petani mendapatkan pendampingan sampai ke pengemasan produk yang menarik konsumen.  “Pastinya harus riil. Hilirisasi ini bisa dilakukan dalam skala mini atau keluarga. Nah, kalau sudah berhasil akan kami replikasi ke kelompok tani lainnya," ujarnya.

AYO BACA : Percepat Proses Bisnis Ekspor Produk Olahan Kakao, Kementan Berikan Ini

Meski pemerintah mendorong pengembangan hilir kakao, namun menurut Kasdi, hulunya juga harus ditingkatkan supaya produktivitas kakao petani meningkat. Program pemerintah di bagian hulu adalah menyiapkan benih unggul melalui program BUN 500 untuk lima tahun ke depan.

Kasdi yakin dengan benih ungggul, produktivitas kakao bisa naik 3 kali lipat dibanding sekarang. Untuk itu, kebun benih unggul dibangun di sekitar kawasan perkebunan, sehingga petani lebih murah dan mudah mendapatkan benih unggul. Budidaya juga menjadi lebih efesien dan akhirnya petani akan mampu bersaing.

Tingkatan Produktivitas

Karena kakao merupakan salah satu komoditi unggulan perkebunan dari 16 komoditi unggulan lainnya yang mempunyai peran ekonomi yang cukup strategis, pemerintah berharap pekebun kakao dapat meningkatkan volume dan produktivitas kakao melalui intensifikasi, perluasan lahan dan peremajaan kakao rakyat.

 “Produksi dan produktivitas ini masih berpotensi untuk ditingkatkan dengan melakukan intensifikasi, peremajaan dan perluasan lahan kebun rakyat,” kata Kasdi.

AYO BACA : Wow Choco Crust, Si Manis Pembangkit Suasana Hati

Untuk mendorong produktivitas kakao rakyat, pemerintah sudah mengembangkan kakao berkelanjutan yang pada tahun 2019 telah mencapai lebih dari 477 ribu ha. Di antara pengembangan kakao ini melalui kegiatan utama perluasan, peremajaan, rehabilitasi dan intensifikasi.

Pada tahun 2019 ini, telah dialokasikan kegiatan pengembangan kakao seluas 7.730 ha melalui kegiatan peremajaan dan perluasan yang didukung operasional substation dan pilot project fertigasi kakao. Selain itu juga telah diluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus perkebunan yang bisa dimanfaatkan pekebun.

Kasdi menyebutkan, ada beberapa faktor pendukung potensi kakao di tanah air bisa ditingkatkan produksi dan kualitasnya. Sebab, Indonesia  memilki areal lahan yang cukup luas sesuai untuk kakao. Faktor lainnya adalah, minat pekebun cukup tinggi dan tersedianya bahan tanam unggul. 
“Dalam pengembangan kakao juga ada dukungan berupa paket teknologi dari pemerintah, tersedianya SDM peneliti yang berkualitas," ujarnya.

Menurut Kasdi, pengembangan kakao rakyat juga ada dukungan pemerintah pusat dan daerah yang tinggi serta potensi pasar yang besar. Data Ditjenbun Kementan menyebutkan, produksi kakao dunia saat ini sekitar  4,79 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebagian besar dipasok oleh Pantai Gading (43%), Ghana (20%), Ekuador (6%), Indonesia (6%) dan sisanya oleh negara-negara produsen lainnya. “Jadi, kita saat ini posisinya  ke empat,” ujarnya.

Data statistik perkebunan tahun 2018 (angka sementara) menyebutkan, areal kakao nasional mencapai 1.678.000 ha dengan produksi mencapai 593,83 ton/tahun. Sedangkan produktivitas kakao nasional rata-rata sebesar 737 kg/ha. Selain penghasil devisa negara, lanjut Kasdi, kakao juga menjadi komoditas sosial.

Artinya, usaha perkebunan kakao tersebut hampir 97% diusahakan oleh perkebunan rakyat yang melibatkan sekitar 1,7 juta kepala keluarga (KK). Disisi lain komoditas kakao memberikan sumbangan dalam perolehan devisa sebesar 1,24 miliar dollar AS.

AYO BACA : Ibu Negara Ani Suka Kuliner Chocodot dari Garut

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Viral Foto Risma Angkat Kayu, Ini Faktanya

Nasional Sabtu, 23 Januari 2021 | 08:22 WIB

Beberapa hari terakhir, foto Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengangkat kayu di lokasi banjir menjadi viral. Ba...

Umum - Nasional, Viral Foto Risma Angkat Kayu, Ini Faktanya, Risma Angkat Kayu,Mensos Risma Angkat kayu, Tri Rismaharini,Tri Rismaharini angkut kayu,Risma Viral

Ini Penjelasan Kemenkes Soal Bupati Sleman Positif COVID-19 Usai Vaksi...

Nasional Jumat, 22 Januari 2021 | 23:00 WIB

Bupati Sleman, Sri Purnomo, saat ini diketahui positif COVID-19 setelah pada 14 Januari lalu mendapatkan suntikan tahap...

Umum - Nasional, Ini Penjelasan Kemenkes Soal Bupati Sleman Positif COVID-19 Usai Vaksin, Bupati Sleman Sri Purnomo,Bupati Sleman Positif Covid-19,Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Nadiem Makarim: Sekolah Sulit PJJ Harus Tatap Muka

Nasional Jumat, 22 Januari 2021 | 22:35 WIB

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, untuk menangani learning lost, pembelajaran har...

Umum - Nasional, Nadiem Makarim: Sekolah Sulit PJJ Harus Tatap Muka, Mendikbud Nadiem Makarim,pembelajaran jarak jauh (PJJ),Sekolah Tatap Muka

Klarifikasi Bupati Sleman Terpapar Covid-19 Usai Divaksin

Nasional Jumat, 22 Januari 2021 | 22:27 WIB

Bupati Sleman, Sri Purnomo, saat ini diketahui positif Covid-19 setelah pada 14 Januari lalu mendapatkan suntikan tahap...

Umum - Nasional, Klarifikasi Bupati Sleman Terpapar Covid-19 Usai Divaksin, bupati sleman covid-19,bupati sleman,sri purnomo,Vaksinasi Covid-19,Vaksin Sinovac,PCR

132.000 Tenaga Kesehatan Jalani Vaksinasi Covid-19, Ini Hasilnya

Nasional Jumat, 22 Januari 2021 | 22:16 WIB

130.000 Tenaga Kesehatan Sudah Jalani Vaksinasi Covid-19, Ini Hasilnya

Umum - Nasional, 132.000 Tenaga Kesehatan Jalani Vaksinasi Covid-19, Ini Hasilnya, Vaksinasi Covid-19,COVID-19,Jalur Tenaga Kesehatan

Kapan BLT BPJS Ketenagakerjaan Termin 3 Ditransfer? Simak Informasinya

Nasional Jumat, 22 Januari 2021 | 22:04 WIB

Kapan BLT BPJS Ketenagakerjaan Termin 3 tahun 2021 ditransfer? Menaker Ida Fauziyah belum bisa memastikannya

Umum - Nasional, Kapan BLT BPJS Ketenagakerjaan Termin 3 Ditransfer? Simak Informasinya, blt pekerja formal,BLT BPJS Ketenagakerjaan,blt bpjs ketenagakerjaan 2021,kapan blt bpjs ketenagakerjaan 2021 cair,BLT BPJS Ketenagakerjaan Termin 3,Jadwal Pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan,bsu termin 3,BPJS Ketenagakerjaan,Menaker Ida Fauziyah,blt

Kemenag Jadikan Asrama Haji Tempat Isolasi Covid-19

Nasional Jumat, 22 Januari 2021 | 21:01 WIB

Kementerian Agama (Kemenag) mengalihfungsikan asrama haji di seluruh provinsi sebagai tempat karantina terpusat bagi pas...

Umum - Nasional, Kemenag Jadikan Asrama Haji Tempat Isolasi Covid-19, Asrama Haji,Kementerian Agama (Kemenag),Tempat Isolasi Covid-19

22 Persen Tenaga Kesehatan Sudah Divaksin Covid-19

Nasional Jumat, 22 Januari 2021 | 20:55 WIB

Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengatakan sejak 14 Januari 2021 hingga Jumat ini, le...

Umum - Nasional, 22 Persen Tenaga Kesehatan Sudah Divaksin Covid-19, Tenaga Kesehatan,Vaksin Covid-19,vaksinasi Covid-19 Tenaga Kesehatan

artikel terkait

dewanpers