web analytics
  

Emak Kecam Tindakan Represif Aparat: Anakku Sakitmu Sakit Ibu

Minggu, 13 Oktober 2019 12:20 WIB Aprilia Rahapit
Umum - Nasional, Emak Kecam Tindakan Represif Aparat: Anakku Sakitmu Sakit Ibu, capim kpk, saut sitomorang, revisi uu kpk, ILEC, jokowi diminta kpk, pelemahan kpk, save kpk, supres kpk, uu kpk bohong, jusuf kalla, abraham samad, demo mahasiswa, demo cirebon, demo ibu-ibu, aparat represif,

Aksi tabur bunga di halaman Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jakarta, Minggu (13/10/2019). (Ayojakarta.com/Aprilia Rahapit)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Sejumlah ibu-ibu yang tergabung dalam solidaritas emak-emak menggelar aksi tabur bunga di halaman Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Pantauan ayojakarta.com di lokasi, mereka memulai aksi pada pukul 11.32 WIB dengan massa sekitar 15 orang. Seluruh massa nampak membawa spanduk yang mengecam keras tindakan aparat atas jatuhnya korban kekerasan saat demonstrasi di sejumlah daerah Indonesia termasuk di sekitaran DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

AYO BACA : Ibu-ibu Demo Tuding Ada Oknum Polisi Represif pada Unjuk Rasa Mahasiswa

Selain itu, beberapa aparat kepolisian juga langsung berjaga dan sibuk melaporkan situasi aksi menggunakan handy talkie. Beberapa bait puisi juga disampaikan oleh seorang massa sambil menambur bunga.

"Anakku sayang sepatu-sepatu itu menginjak kepalamu peluru itu menembus kepalamu, tangan-tangan aparat itu menyiksamu, hingga ada tetesan darahmu. Anakku sayang sakitmu adalah sakit ibu. Lukamu adalah luka ibu. Sakit dan lukamu adalah duka bangsa," ujar orator yang menyampaikan salah sati dari beberapa utaian bait puisinya.

AYO BACA : Kisah Yadi, Cium Tangan Ibu Sebelum Meninggal Saat Demo

Seragam abu-abu putih yang nampak dibalur tetesan seperti darah juga direntangkan dan ditaburi kelopak bunga mawar berwarna merah dan putih, adapun satu ikat bunga mawar putih.

Selain itu sejumlah spanduk dituliskan beberapa aspirasi seperti "Pak polisi anak saya susuin, kamu yang gebukin haram jadah", "Bebaskan seluruh mahasiswa dan pelajar yang ditahan", dan lainnya.

Dilaporkan sebelumnya, kejadian unjuk rasa yang berujung dengan kericuhan guna menuntut DPR membatalkan sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) ini telah menyebabkan luka-luka dan menewaskan lima peserta unjuk rasa yaitu Bagus Putra Mahendra (15), Maulana Suryadi (23) Akbar Alamsyah (19) Randy (22), dan Yusuf Kardawi (19).

AYO BACA : Terlantar Usai Demo, Sejumlah Pelajar SD Ditemukan Tidur di Trotoar

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers