web analytics
  

Armada Truk Pengangkut Sampah Bekasi Jauh dari Ideal

Minggu, 13 Oktober 2019 11:39 WIB Ananda Muhammad Firdaus

Ilustrasi truk sampah. (ayobekasi.net)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Untuk mengatasi sampah hingga tuntas, Pemerintah Kabupaten Bekasi mengaku masih kesulitan.

Belum karena masih terdapat oknum warga yang membuang sampahnya ke tepi jalan atau sungai, armada truk pengangkut sampah pun kurang sehingga sampah masih banyak berserakan.  

"Penyebab utama sampah berserakan karena kami kekurangan armada truk pengangkut sampah," kata Kabid Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Dodi Agus Supriyanto di Cikarang, seperti dilaporkan Antara, Minggu (13/9/2019).

AYO BACA : Peduli Lingkungan, Warga Kabupaten Tasik Buat Tempat Sampah Bambu

Menurut Dodi, idealnya pemerintah daerah memiliki setidaknya 320 armada truk pengangkut sampah namun kini baru ada 111 truk sampah dengan total 1.112 petugas kebersihan.

Dengan 111 truk sampah itu pihaknya hanya mampu mengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng sebanyak 850 ton sampah dari total 2.400 ton sampah yang dihasilkan warga Kabupaten Bekasi dalam sehari.

"Sampah yang tidak terangkut ada yang terkelola melalui bank sampah yang jumlahnya 170 unit. Ada juga masyarakat yang membuang ke kali dan ke TPS liar," katanya.

AYO BACA : 1.200 Kubik Sampah Bambu Penuhi Kali Cikeas Bekasi

Dari 320 kebutuhan ideal truk sampah itu setiap Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) sedianya memiliki 36 hingga 45 truk sampah namun saat ini baru ada 15 hingga 20 unit armada.

"Jumlah kendaraan yang ada rata-rata dibagi tiga kecamatan jadi rata-rata tiap kecamatan dapat kurang lebih enam hingga tujuh unit, itu per kecamatan loh. Satu kecamatan kan punya 10 sampai 12 desa, wilayahnya luas," ungkapnya.

Selain keterbatasan armada truk sampah minimnya petugas kebersihan juga menambah deretan permasalahan penanganan sampah di wilayah berpenduduk 3,9 juta itu ditambah daya tampung TPA Burangkeng yang sudah melebihi kapasitas.

"Kami hanya bisa menangani titik-titik sesuai kemampuan yang dimiliki pemerintah," katanya.

Dodi mengaku tahun ini pihaknya mendapat porsi anggaran sebesar Rp40 miliar namun belum bisa untuk belanja unit armada pengangkut sampah baru.

"Anggaran itu dialokasikan untuk BBM alat berat, BBM mobil truk sampah, untuk pemeliharaan kendaraan, dan membayar gaji 1.112 petugas kebersihan. Jadi memang kurang jika harus menambah truk sampah baru," kata dia.

AYO BACA : Pemprov Siapkan Insentif bagi Daerah yang Berhasil Kurangi Sampah

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel lainnya

dewanpers