web analytics
  

Komplotan Spesialis Curanmor Garut Jual Barang Curian di Medsos

Jumat, 11 Oktober 2019 07:19 WIB Fira Nursyabani
Umum - Regional, Komplotan Spesialis Curanmor Garut Jual Barang Curian di Medsos, Curanmor, pencurian garut, berita garut, garut hari ini

Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Dede Yudi Ferdiansah (kiri) menunjukan barang bukti sepeda motor hasil curian di Markas Polres Garut, Kamis (10/10/2019). (ANTARA News/Feri Purnama)

GARUT, AYOBANDUNG.COM -- Polres Garut mengungkap komplotan spesialis pencurian sepeda motor melalui media sosial (medsos). Jejaring sosial Facebook diketahui digunakan pelaku sebagai media untuk menjual barang hasil curiannya di Kabupaten Garut.

"Awal terungkapnya ini hasil penyelidikan lewat medsos, jadi tersangka ini menjual motor curiannya di Facebook," kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Dede Yudi Ferdiansah saat jumpa pers kasus pencurian sepeda motor di Garut, Kamis (10/10/2019).

Ia menuturkan, Polres Garut menangkap empat tersangka yang menjadi komplotan spesialis pencurian sepeda motor di wilayah Garut dan Bandung.

Polisi, lanjut dia, berhasil menangkap tersangka itu dari tersangka sebagai penadah yang menjual sepeda motor curian di medsos. Kemudian diselidiki lebih lanjut hingga akhirnya menangkap seluruh komplotan tersebut.

"Dari orang yang menjual di FB itu kami kembangkan, kita telusuri dan akhirnya menangkap para pelaku dan penadahnya," kata Dede.

Ia mengatakan, pengungkapan kasus itu berawal dari laporan warga yang kehilangan sepeda motor di Tarogong Kidul. Selanjutnya polisi menyelidiki dan memburu pelakunya.

Hasil pengungkapan itu, kata Dede, polisi berhasil mengamankan empat unit sepeda motor hasil curian di wilayah Garut dan Bandung, berikut barang bukti telepon seluler, lalu kunci T untuk membongkar kunci kontak sepeda motor.

Dia menyampaikan, akibat perbuatannya itu seluruh tersangka mendekam di sel tahanan Markas Polres Garut untuk menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut. "Tersangka tidak ada yang residivis, dan kita akan terus kembangkan kasus ini," katanya.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers