web analytics
  

Pengacara: Korupsi BOS Salawu Hanya Rp50 Juta, Penyidik Sita Rp800 Juta

Jumat, 11 Oktober 2019 05:16 WIB Irpan Wahab Muslim
Bandung Raya - Bandung, Pengacara: Korupsi BOS Salawu Hanya Rp50 Juta, Penyidik Sita Rp800 Juta, korupsi dana BOS, korupsi salawu, kejari tasikmalaya, berita tasikmalaya, ayotasik, tasikmalaya hari ini

Pengacara AG yang telah ditetapkan tersangka kasus korupsi dana BOS triwulan II tahun 2018 di UPTD Pendidikan Kecamatan Salawu Tasikmalaya, Bambang Lesmana (kanan). (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Pengacara AG yang telah ditetapkan tersangka kasus korupsi dana BOS triwulan II tahun 2018 di UPTD Pendidikan Kecamatan Salawu Tasikmalaya, Bambang Lesmana, meminta tim penyidik mengembalikan barang bukti Rp800 juta yang disita. Menurut dia, kerugian dari kasus korupsi itu hanya Rp50 juta.

"Hasil audit pihak inspektorat menyebutkan bahwa kerugian negaranya sebesar Rp 50 juta. Sedangkan uang yang disita dan menjadi barang bukti dalam kasus yang semula disebut OTT itu, mencapai Rp800 jutaan. Padahal uang yang belum jelas peruntukannya itu pun berada di kantor alias tidak berada di tangan pelaku," kata Bambang dalam konferensi pers di hadapan wartawan, Kamis (10/10/2019).

Bambang khawatir penyitaan uang tersebut justru menimbulkan permasalahan hukum lain di kemudian hari. Sebab uang itu bukan milik AG, tetapi milik sekolah-sekolah yang harus dibayarkan ke pihak perusahaan penyedia barang dan jasa.

"Dalam hal ini saya berharap kepada tim penyidik untuk segera mengembalikan barang bukti berupa uang ke sekolah-sekolah yang sedang membutuhkan, tak perlu harus menunggu proses persidangan di pengadilan sebagaimana disebutkan tim penyidik," tutur Bambang.

Hasil audit investigasi pihak Inspektorat, kata Bambang, menyebutkan bahwa ada sejumlah uang dari total Rp50 juta itu mengalir ke sejumlah kepala sekolah dalam bentuk pinjaman. Artinya, dari angka kerugian itu tidak seluruhnya akibat perbuatan tersangka AG.

"Dalam hal ini saya mendorong kepada aparat penegakan hukum untuk mendalami kasus ini lebih teliti dan komprehensif agar terang benderang,“ ucap Bambang.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers