web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Ibu Hamil Depresi-Cemas, Anak Berpotensi Alami Gangguan Kejiwaan?

Kamis, 10 Oktober 2019 08:38 WIB M. Naufal Hafizh

Ilustrasi hamil. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Anak yang dilahirkan dari ibu hamil yang terus depresi dan cemas berpotensi menderita gangguan kejiwaan saat tumbuh dewasa.

Dokter Spesialis Kejiwaan dari RS Cipto Mangunkusumo dr Sylvia Detri Elvira Sp.KJ(K) dalam acara seminar bertajuk "Prevent Suicide by Loving Yourself" di Gedung Imeri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Jakarta, Rabu (9/10/2019) mengatakan, kondisi tersebut menjadikan faktor genetik atau bakat yang dibawa oleh anak saat kehamilan dan berpotensi menjadi gangguan kejiwaan.

AYO BACA : Kelapa Bakar yang Kaya Khasiat

"Si anak terhubung dengan ibu hamil dengan tali pusat, kalau ibu stres bertengkar dengan suaminya, stres di kantor, sedih, malas makan, si anak terpengaruh. Apalagi kalau sampai nangis itu terpengaruh," kata Sylvia.

Slyvia, yang melakukan penelitian tersebut, menjelaskan, gen gangguan kejiwaan pada anak kemungkinan muncul saat menginjak masa remaja. Sementara itu, ketika anak tersebut dilahirkan, balita, dan anak-anak tidak akan terlalu berpengaruh.

AYO BACA : Perhatikan! Jangan Bilang Hal ini ke Ibu Hamil

"Ketika lahir, bayi, balita, anak-anak enggak kenapa-kenapa. Pas remaja ada stres yang berat banget baru muncul," kata dia.

Namun, Sylvia menerangkan, faktor bilogis bukanlah satu-satunya yang menyebabkan gangguan jiwa. Terdapat dua faktor risiko lainnya yaitu psikologi dan faktor lingkungan.

Faktor psikologi adalah terkait bagaimana anak dibesarkan oleh orang tua. Anak yang tumbuh dengan kasih sayang orang tua, diberikan dukungan, dan memiliki hubungan serta komunikasi yang baik dengan orang tua cenderung lebih kuat kejiwaannya.

Selanjutnya, faktor lingkungan juga salah satu yang mempengaruhi kejiwaan seseorang. Anak yang mengalami perundungan di sekolah atau lingkungan masyarakat bisa mengarah pada gangguan jiwa.

Jika anak yang dilahirkan memiliki gen depresi dari ibunya yang mengalami stress saat hamil akan mudah terjadi gangguan kejiwaan apabila ditambah oleh faktor psikologi dan lingkungan.

AYO BACA : Anemia pada Awal Kehamilan Lebih Berisiko Autisme?

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers