web analytics
  

Kecewa 'Dikerjai' Wasit, Persib Tak Semakin Terpuruk

Senin, 7 Oktober 2019 18:17 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Persib - Maung Bandung, Kecewa 'Dikerjai' Wasit, Persib Tak Semakin Terpuruk, persib vs madura united, persib, kapten persib, supardi nasir

Kapten Persib Bandung, Supardi Nasir. (ayobandung.com/Eneng)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Persib Bandung harus menelan kekelahan menyakitkan 1-2 atas tim tuan rumah, Madura United. Pada pertandingan pekan ke-22 di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (5/10/2019) itu, Persib sedianya sempat unggul lebih dulu lewat gol cepat Febri Hariyadi di menit ke 3. 

Namun, Madura United berhasil menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Bek Maung Bandung, Nick Kuipers pada menit ke 26. Serta gol kemenangan yang kontroversial dari Laskar Sapeh Kerrap melalui tendangan penalti Alberto Goncalves di menit 64.

Namun perbincangan tentang pertandingan tersebut belum sepenuhnya padam. Pasalnya kemenangan Madura United menjadi dipertanyakan lantaran wasit yang memimpin laga, Faulur Rosy, dianggap cenderung memihak tim tuan rumah.

Terlebih banyak keputusan wasit asal Banda Aceh menjadi sorotan karena dianggap terlalu mudah memberikan pelanggaran kepada Persib. Padahal, dari tayangan ulang, pelanggaran tidak seharusnya diberikan kepada Persib.

Praktis kekecewaan takmak jelas ditunjukan para pengawa Maung Bandung. Salah satunya, kapten Persib Bandung, Supardi Nasir yang  buka suara terkait 90 menit jalannya pertandingan. Kapten bernomor punggung 22 itu dibuat berang dengan kepemimpinan betat sebelah dari wasit Faulur Rosy. 

Pasalnya, salah satu keputusan kontroversial yang paling disorot adalah hadiah penalti untuk Laskar Sapeh Kerrab. Padahal mengamati tayangan ulang, sama sekali tidak terjadi pelanggaran apalagi kontak antara pemain belakang Persib, Achmad Jufriyanto dengan pemain depan Madura United.

"Kita sudah bermain baik. Kita kalah dengan terhormat. Terus terang saya kecewa dengan kepemimpinan wasit, terlalu banyak keputusan yang merugikan kita. Untuk apa kita latihan setiap hari, pagi, sore, main bola seperti ini. Mau kemana arah sepak bola kita kalau seperti ini?" kesal Supardi.

Bukan hanya itu, kapten yang karib disapa Bang Pardi itu juga menuturkan, banyak dari keputusan wasit Faulur Rosy yang membuat bingung para penggawa Maung Bandung. Salah satunya, sikap agresif wasit yang menganggap upaya pemain Persib dalam merebut bola merupakan sebuah pelanggaran meski nyatanya minim bahkan tak nampak ada bentuk pelanggaran.

"Sesuatu yang lucu saya pikir. Kita tidak boleh merebut bola, merebut bola seperti apa? Sentuh dikit jatuh, fault, sepak bola harusnya seperti apa? Maunya seperti apa? Kita bingung main bolanya. Nonteknis sudah kita antisipasi. Dari manajer juga sudah kasih tahu, hati-hati dan ini terjadi hari ini. Tapi itu di luar kuasa kita, kita cuma bisa kerja keras dan ikhtiar. Itu di kuar kuasa kita," ujar Supardi.

Senada, gelandang Persib Bandung, Abdul Aziz tak bisa menutupi kekecewaannya pada wasir yang memimpin laga Persib vs Madura United. Apalagi, Aziz meyakini semua pihak yang menyaksikan pertandingan tersebut dapat menilai bagaimana kualitas wasit dalam memimpin jalannya pertandingan.

Namun Aziz mengaku, enggan melihat tim semakin terpuruk dengan hasil pertandingan tersebut. Karenanya, Aziz mengajak para penggawa Maung Banung untuk segera bangkit dan melupakan kejadian di Madura United. Apalagi Aziz mengakui, Maung Bansung masih banyak memiliki pertandingan berat yang harus dilalui di Oktober ini.

"Ya buat ke depannya harus cepat bangkit, harus cepat melupakan pertandingan kemarin. Kalau terus diungkit pasti semakin terpuruk jadi harus sebisa mungkin cepat bangkit aja," ujar Aziz.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers