web analytics
  

Menjadi Pandai Besi, Harus Belajar Dua Tahun Sampai Baca Doa

Senin, 7 Oktober 2019 15:06 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Bandung, Menjadi Pandai Besi, Harus Belajar Dua Tahun Sampai Baca Doa, pandai besi, tukang cangkul, pengrajin cangkul, pandai besi di kabupaten bandung, industri cangkul di bandung

Pandai besi. (ayobandung.com/Mildan)

PASIRJAMBU, AYOBANDUNG.COM--Rambutnya sudah memutih, pun dengan kulit yang keriput. Namun diusianya yang sudah senja, Oleh (68) masih kuat menempa besi.

Oleh merupakan seorang pandai besi asal Kampung Lio, Desa Mekarmaju, Kecamatan Pasirjambu, Kecamatan Soreang. Pria kelahiran 1951 tersebut masih kuat melakukan pekerjaan kasar menempa besi.

"Sudah sejak muda (menjadi pandai besi)," ucap Oleh kepada Ayobandung, Senin (7/10/2019).

Pekerjaan pandai besi menurut Oleh merupakan pekerjaan yang dilakukan secara turun temurun. Kampung Lio merupakan salah satu tempat yang terkenal akan pandai besinya.

AYO BACA : Longsor Tasik Timbun 2 Rumah, Seorang Warga Belum Ditemukan

"Bapak, Kakek dan Buyut sama Pandai besi. Saya generasi kelima," ucapnya.

Menjadi seorang pandai besi tidaklah mudah. Selain harus mempunyao fisik yang prima, ada sejumlah kebiasaan dilakukan oleh para pandai besi, termasuk Oleh.

Selalu belajar, merupakan hal yang harus dilakukan. Bahkan, kata Oleh untuk pemula, dibutuhkan waktu paling tidak dua tahun supaya bisa menempa besi menjadi perkakas seperti golok, parang, cangkul atau garpu.

Selain itu, ada sejumlah bacaan yang diamalkan oleh seorang pandai besi. "Kalau membuat golok untuk menyembelih, sholawat harus dibaca selama menempa, supaya golok yang ditempa bagus," ungkapnya.

AYO BACA : Flyover Jalan Jakarta dan Laswi Ditargetkan Selesai 2020

Untuk membuat golok tertentu, doa yang dibacakan juga lain lagi. Namun kata Oleh secara umum, bagi seorang pandai besi harus mengirimkan doa kepada Nabi Daud dan Nabi Ibrahim.

Nabi Daud kata Oleh merupakan nabi yang terkenal akan pembuatan perkakas, sementara nabi Ibrahim mempunyai kelebihan dalam menaklukan api. Api merupakan unsur penting dalam proses penempaan.

"Harus sering-sering tawasul saja kepada Nabi Daud dan Nabi Ibrahim," ucapnya.

Sementara untuk menjaga fisik yang bugar, Pandai besi harus tahu akan tubuhnya.

Cara yang dilakukan Oleh adalah dengan mengatur jadwal secara ketat dalam bekerja.

"Pandai besi itu paling lama bekerja selama 7 jam, bahkan lebih baik hanya 6 jam. Biasanya saya di sini kerja dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB," ucapnya.

Menempa besi memang mengandalkan tenaga, sehingga bekerja terlalu lama akan memporsir tenaga yang akan berdampak buruk bagi tubuh.

AYO BACA : Impor Dihentikan, Potensi Pasar Cangkul Sangat Besar

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers