web analytics
  

Polres Bogor: Sistem Kanalisasi 2-1 Jalur Puncak Sudah Dikaji

Senin, 7 Oktober 2019 12:22 WIB Husnul Khatimah

Kasatlantas Polres Bogor, AKP Mohammad Fadli Amri (tengah). (Husnul Khatimah/Ayo Media Network)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama Polres Bogor akan menguji coba sistem kanalisasi 2-1 kendaraan di Jalur Puncak pada 28 Oktober. Sistem ini dicobakan untuk mencari solusi kemacetan.

Kasatlantas Polres Bogor, AKP Mohammad Fadli Amri mengatakan sistem ini telah dikaji oleh banyak pihak sebelum akhirnya diputuskan untuk diuji coba.

AYO BACA : Akibat Macet, Puncak Bogor Dicoret dari Destinasi Wisata Nasional, pada URL

"Pelaksanaan program 2-1 di jalur puncak adalah hasil dari kajian bersama antara akademisi dan masyarakat puncak dan banyak pihak lainnya. Diharapkan dapat memberikan solusi alternatif penanganan jalur puncak yang sudah selama 30-an tahun berlangsung setiap sabtu dan minggu,” ujar Fadli, Senin (7/10/2019).

Dia mengatakan penelitian dan pemantauan sudah dilaksanakan sejak beberapa bulan ke belakang. Dalam kajian ditemukan beberapa hambatan yaitu adanya titik crossing seperti di Mega Mendung, Pasar Cisarua, Cipayung, dan beberapa persimpangan lainnya.

AYO BACA : Mulai 27 Oktober, Sistem Buka Tutup Tak Diberlakukan di Puncak, pada URL

Kendala lain adalah lebar jalan yang masih sempit yang hanya cukup dilalui dua kendaraan. "Untuk beberapa titik yang mengalami penyempitan, sudah segera di perlebar sehingga bisa dibagi menjadi 3 lajur. Dinas PUPR baik daerah maupun pusat sudah mengamini," kata Fadli.

Sistem kanalisasi 2-1 yaitu membagi jalan menjadi 3 lajur. Di pagi hari saat arus cenderung lebih ramai ke arah Puncak, maka 2 lajur digunakan untuk naik ke atas puncak dan 1 lajur ke bawah arah Jakarta.

"Sebaliknya di siang hari 2 lajur ke bawah arah Jakarta dan 1 lajur arah puncak. Panjang jalan program 2-1 ini hanya dari pos lantas Gadog Ciawi hingga persimpangan Taman Safari, setelahnya normal 2 lajur 2 arah," kata Fadli.

Dalam penerapannya sistem ini akan didukung dengan penguraian arus yaitu mengalihkan perjalanan ke jalur alternatif seperti Cibubur-Cileungsi-Jonggol-Cianjur atau melalui jalur Cigombong-Sukabumi-Cianjur.

"Kegiatan uji coba 2-1 ini bukan keputusan final, pasti akan ada evaluasi bersama, apakah manfaatnya lebih banyak atau mudharatnya lebih banyak, jika lebih baik maka akan kami teruskan, jika tidak maka kita harus mencari alternatif lain," tukas Fadli.

AYO BACA : Dipadati Ribuan Kendaraan, Bupati Bogor Bikin Gerakan 'Save Puncak', pada URL

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers