web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Rina Indiastuti Jadi Rektor Perempuan Pertama di Unpad

Senin, 7 Oktober 2019 11:28 WIB Fira Nursyabani

Prof Rina Indiastuti resmi dilantik menjadi rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Periode 2019-2024 di Graha Sanusi Hardjadinata Kampus Unpad Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (7/10/2019). (Nur Khansa Ranawati/ayobandung.com)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Prof Rina Indiastuti resmi dilantik menjadi rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Periode 2019-2024 oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Unpad, Rudiantara. Pengucapan sumpah jabatan dilakukan di Graha Sanusi Hardjadinata Kampus Unpad Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (7/10/2019).

Prof Rina Indiastuti merupakan perempuan pertama yang berhasil menjabat Rektor Unpad. Pelantikannya dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil serta Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.

AYO BACA : Prof Rina Indiastuti Terpilih Jadi Rektor Baru Unpad

Dalam sambutan, Ketua MWA Unpad Rudiantara mengucapkan terima kasih kepada semua pihak karena setelah melalui proses yang panjang dan melelahkan hari ini pihaknya bisa melakukan pelantikan rektor Unpad yang baru.

"Alasan diulang (proses pemilihan rektor Unpad) satu-satunya hanya masalah (good) governance bagaimama prosesnya agar lebih transparan, adil, akuntabel bagi semua stakeholder maupun ekosistem Unpad," ujar dia.

AYO BACA : Guru Besar FH Unpad: Jangan Jerumuskan Presiden dengan Terbitkan Perppu KPK

Rudiantara mengatakan pada proses terakhir Rektor Unpad ada sembilan calon rektor yang disaring oleh senat akademik hingga akhirnya menghasilkan enam calon.

"Banyak yang menghubungi saya kenapa si ini enggak masuk, kenapa si itu enggak masuk. Sebelum jadi PTNBH proses (pemilihan rektor) seluruhnya oleh senat akademik," katanya.

Menurut dia dari enam kandidat calon rektor mereka tidak berkompetesi, tidak saling menjegal satu sama lain namun bisa saling melengkapi. "Dan yang dipilih adalah yang cocok bawa Unpad lima taun ke depan. Pemilihan kemarin buat aklamasi. aklamasinya kita mufakat, kita mufakat dulu baru bermusyawarah mufakat," ungkap dia.

AYO BACA : 163 Dosen Unpad Tolak Pelemahan KPK

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers