web analytics
  

Pemerintah Minta Guru yang Mengungsi Kembali ke Wamena

Senin, 7 Oktober 2019 08:57 WIB
Umum - Nasional, Pemerintah Minta Guru yang Mengungsi Kembali ke Wamena, Pemerintah, Minta Guru, yang, Mengungsi, Kembali, Wamena,

Pengungsi korban konflik di Wamena menangis setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (3/10/2019). (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

JAYAWIJAYA, AYOBANDUNG.COM—Pemerintah di Kabupaten Jayawiya menjanjikan aktivitas pendidikan dan pelayanan masyarakat akan mulai berjalan pada hari ini, Senin (7/10/2019). Pemerintah pun meminta guru-guru yang sempat meninggalkan wilayah itu menyusul kerusuhan di Wamena pada Senin (23/9/2019) kembali untuk mengajar.

Bupati Jayawijaya John Richard Banua menjamin wilayahnya sudah pulih dan aman untuk kembali ditinggali.

"Kondisi sudah aman. Untuk pendidikan dan pemerintahan, besok (hari ini) sudah harus dikembalikan (normal)," kata John, saat dihubungi Republika, Minggu (7/10).

Ia menjelaskan, khusus unit sekolah dan pendidikan, kondisinya tak mengkhawatirkan. Meski rusak, unit itu masih dapat menjadi sarana aktivitas belajar-mengajar seperti biasa.

"Sekolah-sekolah tidak dibakar. Hanya kaca yang pecah-pecah," ujar dia.

Adapun para guru memang belum semuanya kembali. Ia mengatakan, sekitar 70 persen para pengajar masih berada di Wamena. John berharap para guru yang belum dapat kembali karena berada di pengungsian untuk dapat pulang.

Permintaan untuk kembali ke Wamena juga ia sampaikan kepada warga pendatang.

AYO BACA : Wiranto Akui Pengungsi Wamena Masih Trauma

"Saya minta untuk pulang kembali. Sudah aman. Anak-anak supaya bisa kembali sekolah," ujar John.

Damaris, salah seorang guru sekolah dasar di Wamena, mengatakan, ingin kembali mengajar.

"Karena tugas, tanggung jawab. Sebenarnya belum siap mengajar karena masih trauma," kata Dama ris yang mengungsi di Kodim 1702/Jayawijaya, Minggu.

Damaris mengatakan, meski masih merasakan trauma, ia siap jika diminta kembali beraktivitas mengajar agar pendidikan anak-anak tidak terhambat.

"Kita buka sekolah tunggu anak-anak," kata perempuan asal Toraja yang sudah mengajar sejak 2005 itu.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan, nantinya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kemensos akan mendukung kembali aktivitas pendidikan di daerah itu.

"Kami akan bertemu dan mengumpulkan guru-guru karena bagaimanapun jika mereka akan kembali mengajar anak-anak tentunya trauma. Mereka dulu yang harus dipulihkan," kata Koordinator Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Kemensos Milly Mildawati.

AYO BACA : Lebih dari 15.000 Orang Telah Mengungsi dari Wamena

Pemkab Jaya wijaya sejak pekan lalu mendata bangunan fisik yang mengalami kerusakan. Ketua Tim Pendataan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mian Siahaan menerangkan, pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui kepastian berapa banyak rumah maupun aset pribadi yang mengalami rusak dan dibakar.

Namun, Mian mengaku, pendataan belum dilakukan untuk memberikan ganti rugi. "Untuk sementara ini, kita hanya diminta untuk mendata saja. Belum ada instruksi lain (untuk pembangunan kembali)," ujar Mian.

Jumlah data tersebut, ungkapnya, hanya sementara karena tim pendataan terbagi dalam tiga kelompok.

Dari pendataan sementara yang Mian amati, kebanyakan adalah aset pribadi berupa rumah dan pertokoan yang hancur karena dibakar. Ia mengakui, kebanyakan aset pribadi ter sebut milik para pendatang. Kendati ada juga sejumlah aset pribadi milik warga lokal, aset itu tengah disewakan untuk keluarga pendatang.

Mian menambahkan, rencana pemerintah setempat untuk kembali mengaktifkan kegiatan pendidikan dan pelayanan masyarakat memang harus disegerakan. Khusus kegiatan belajar-mengajar, PUPR memang belum menemukan adanya gedung sekolah yang hancur. "Kalau sekolah memang tidak (belum ditemukan) ada yang hancur di bakar," kata dia.

Sejumlah bangunan pemerintahan yang Mian amati pun tak mengalami kondisi yang mengenaskan. "Paling kaca saja yang rusak," sambung dia.

Namun, kata Mian, yang menjadi kendala saat ini yakni soal kebutuhan listrik. Meski situasi keamanan di Kota Wamena berangsur pulih dan aman, energi penerangan untuk khalayak masih belum stabil.

Saat Republika menghubungi Mian, Minggu sore, Kota Wamena dalam kondisi mati listrik.

"Sudah dua hari ini listrik suka mati kalau malam," kata Mian. Adapun soal aktivitas perekonomian, sejumlah aktivitas pasar dan pertokoan yang sempat tutup sudah mulai beroperasi.

AYO BACA : Anggota Paguyuban Sunda Pilih Bertahan di Wamena

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

BLT UMKM atau BPUM Mei Mulai Cair: Ada Peringatan dari BRI

Nasional Senin, 10 Mei 2021 | 11:41 WIB

Bantuan langsung tunai untuk usaha mikro kecil menengah atau UMKM yang juga disebut Bantuan Produktif Usaha Mikro atau B...

Umum - Nasional, BLT UMKM atau BPUM Mei Mulai Cair: Ada Peringatan dari BRI, BLT UMKM,BLT UMKM Rp1,2 Juta,Kapan BLT UMKM cair,blt umkm cair,pencairan BPUM,BPUM,BPUM UMKM,BLT UMKM BRI

Pengamat Kritik Masuknya WN China Saat Rakyat Dilarang Mudik

Nasional Senin, 10 Mei 2021 | 11:32 WIB

Kebijakan yang berseberangan dengan kebijakan larangan mudik dinilai menunjukkan pejabat Indonesia tidak peka

Umum - Nasional, Pengamat Kritik Masuknya WN China Saat Rakyat Dilarang Mudik, Warga Negara Asing (WNA),China,Larangan Mudik,Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham),Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Jhoni Ginting,Pandemi Covid-19

Jelang Lebaran, Kementan Awasi Keamanan dan Stok Daging

Nasional Senin, 10 Mei 2021 | 11:29 WIB

Jelang Idul Fitri 1442 H, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (D...

Umum - Nasional,  Jelang Lebaran, Kementan Awasi Keamanan dan Stok Daging, Kementerian Pertanian (Kementan) RI,Daging Sapi,Daging Ayam,Idulfitri 2021,Lebaran 2021

Kasus Covid-19 di Indonesia Tak Seperti India, Ini Alasannya

Nasional Senin, 10 Mei 2021 | 11:23 WIB

Ada beberapa hal yang membuat Indonesia tidak akan mengalami kasus Covid-19 sepertii India.

Umum - Nasional, Kasus Covid-19 di Indonesia Tak Seperti India, Ini Alasannya, corona,COVID-19,Ledakan kasus COVID-19 India,Kasus covid-19 india,Kasus Covid-19 Indonesia

BLT UMKM via BRI & BNI MEI 2021: Begini Cara Cek Daftar Penerima BPUM

Nasional Senin, 10 Mei 2021 | 11:10 WIB

Bantuan langsung tunai untuk usaha mikro kecil menengah atau BLT UMKM yang juga disebut bantuan produktif usaha mikro at...

Umum - Nasional, BLT UMKM via BRI & BNI MEI 2021: Begini Cara Cek Daftar Penerima BPUM, BLT UMKM,Syarat BLT UMKM,BLT UMKM Rp1,2 Juta,pencairan BPUM,BLT UMKM via BRI,BLT UMKM via BNI,blt umkm cair,Kapan BLT UMKM cair,cara cek BLT UMKM di BRI,cara cek BLT UMKM,cara cek BLT UMKM 2021

PP Muhammadiyah Sayangkan Pertanyaan Lepas Jilbab dalam TWK KPK

Nasional Senin, 10 Mei 2021 | 11:02 WIB

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyoroti poin-poin pertanyaan pada Tes Wawasan Kebangsaan.

Umum - Nasional, PP Muhammadiyah Sayangkan Pertanyaan Lepas Jilbab dalam TWK KPK, PP Muhammadiyah,Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti,Tes Wawasan Kebangsaan (TWK),Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Pertanyaan Lepas Jilbab,Hijab,Jilbab

Soal SK Pemecatan 75 Pegawai KPK Gagal TWK, Ini Kata Febri Diansyah

Nasional Senin, 10 Mei 2021 | 10:37 WIB

Mantan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mempertanyakan kewenangan pegawai di KPK.

Umum - Nasional, Soal SK Pemecatan 75 Pegawai KPK Gagal TWK, Ini Kata Febri Diansyah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Surat Keputusan (SK),pegawai KPK,Tes Wawasan Kebangsaan (TWK),Febri Diansyah

Sindiran Bambang Widjojanto Soal SK Pemecatan 75 Pegawai KPK Gagal TWK

Nasional Senin, 10 Mei 2021 | 10:24 WIB

Polemik tes wawasan kebangsaan, yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, masih mendapatkan sorotan dari b...

Umum - Nasional, Sindiran Bambang Widjojanto Soal SK Pemecatan 75 Pegawai KPK Gagal TWK, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Tes Wawasan Kebangsaan (TWK),kpk,TWK

artikel terkait

dewanpers