web analytics
  

Transaksi GoPay Naik 4.000 Kali Lipat di Cibadak Culinary Night

Senin, 7 Oktober 2019 05:50 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Cibadak Culinary Night. (Eneng Reni Nuraisyah Jamil/ayobandung.com)

ASTANAANYAR, AYOBANDUNG.COM -- Masih dalam momentum peringatan ulang tahun Kota Bandung yang ke-209, Gojek dan Gopay menggelar perayaan bertema ‘Cirque Du Bandung’ di Festival Kuliner Cibadak. Telebih, Oktober ini menandai satu tahun Gojek dan Gopay memperkenalkan pembayaran nontunai di salah satu pusat kuliner kaki lima di Kota Bandung sejak 2016 itu.

VP Regional Government Relations Gojek, Muhammad Chairil menyampaikan kehadiran Gojek dan Gopay di Festival Kuliner Cibadak selama satu tahun ke belakang memang merupakan wujud dukungan keduanya terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Bandung.

"Ini tahun kedua kolaborasi, Gojek, Gopay dengan Cibadak Culinary Night. Kolaborasi di Astana Anyar ini bisa langsung terlihat dampak dari segi sosial ekonominya. Karena komitmen Gojek ini ingin mememberikan dampak di mana Gojek berada. Kami juga memiliki misi membawa UMKM nasional naik kelas selain untuk mengangkat perekonomian daerah tersebut," ungkap Chairil di sela acara Festival Kuliner Cibadak, Minggu (6/10/2019) malam.

Chairil mengaku, dengan memperkenalkan teknologi pembayaran non-tunai menggunakan Gopay, baik pengunjung maupun pedagang di Festival Kuliner Cibadak ini dapat bertransaksi dengan semakin mudah. Apalagi dalam satu tahun terakhir (September 2018 ke September 2019), transaksi non-tunai di Festival Kuliner Cibadak yang menggunakanGoPay berhasil tumbuh hampir 4.000 kali lipat.

"Transaksi nontunai Gopay di Festival Kuliner Cibadak ini tumbuh 4.000 kali lipat. Jadi di sini terlihat ada pertumbuhan pesat bagi sosial ekonomi di daerah ini. Makanya melihat sambutan positif ini, ssaya berharap capaian awal in menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kemajuan ekonomi wilayah," lanjut Chairil.

Berdasarkan hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) pada 2018, kontribusi mitra Gojek ke perekonomian Kota Bandung mencapai Rp2,1 triliun. Mitra UMKM GoFood diketahui berkontribusi sebesar Rp1,5 triliun. Gopay sendiri sudah dimanfaatkan oleh lebih dari 18.000 pedagang kecil kota Bandung.

Melihat sambutan positif dari para pelaku UMKM dan masyarakat Kota Bandung, Chairil berharap hal ini dapat menjadi capaian awal agar ke depannya semakin banyak pedagang mikro yang bisa merasakan manfaat teknologi untuk mengembangkan usahanya. 

"Hal ini juga sejalan dengan target Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil agar 5.000 UMKM bisa naik kelas pada tahun 2019 ini," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana memberikan apresiasinya terhadap dukungan yang dihadirkan oleh Gojek dan Gopay bagi para pelaku UMKM di Kota Bandung. Yana mengakui, peran para pelaku UMKM Bandung atau bahkan Indonesia sangat berperan besar dalam kehidupan dan perekonomian masyarakat sehari-hari. 

"Saya juga memahami betul bahwa hadirnya Gojek dan Gopay ini untuk memperkuat para pelaku sektor informal dan UMKM melalui inovasi teknologi yang dihadirkan oleh keduanya. Karenanya kami siap mendukung inovasi Gojek dan Gopay terhadap pelaku UMKM, yang telah memberikan dampak nyata bagi perekonomian Kota Bandung melalui kontribusi ekonomi dari para mitranya," ungkap Yana.

Bukan hanya itu dengan capaian tersebut, Yana juga menyampaikan, Pemerintah Kota Bandung berharap bisa terus berkolaborasi dengan Gojek dan Gopay memajukan perekonomian melalui UMKM Bandung. 

“Kami berharap, setelah di Cibadak Culinary Night, kerja sama ini bisa terus berlangsung di sentra sentra kuliner lainnya di Bandung,” ujar Yana. 

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers