web analytics
  

Beredar Video Insiden Dugaan Penamparan di DPRD Jabar, Ini Klarifikasinya

Sabtu, 5 Oktober 2019 18:41 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Beredar Video Insiden Dugaan Penamparan di DPRD Jabar, Ini Klarifikasinya, Penamparan dprd jabar,dprd jabar

Kasubag Perlengkapan dan Pemeliharaan Sekretariat DPRD Jabar Bambang Nugraha Bahariamsyah

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM---Belum lama ini, beredar sebuah video hasil tangkapan CCTV di halaman depan DPRD Jawa Barat yang menunjukan insiden dugaan penamparan antara dua orang yang tengah berbincang tak jauh dari pagar depan.

Video berdurasi sekitar 38 detik tersebut beredar di WhatsApp sejak beberapa hari lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diketahui kedua orang tersebut adalah Ketua DPRD Jabar, Taufik Hidayat, dan Kasubag Perlengkapan dan Pemeliharaan Sekretariat DPRD Jabar Bambang Nugraha Bahariamsyah. Dalam video tersebut, Taufik diduga menampar Bambang sebanyak dua kali.

Bambang mendapat perlakuan tersebut karena dianggap tidak bekerja sesuai harapan ketika diminta memperbaiki pagar gedung yang rusak pascademonstrasi. Hal tersebut dibenarkan Bambang dalam klarifikasinya di Bandung, Sabtu (5/10/2019).

Dia tidak menampik kejadian tersebut. Namun, Bambang enggan menyebutkan dengan gamblang apakah dirinya mengalami penamparan dengan cukup keras.

"Ya kalau mau dibilang menampar, itu gimana persepsi orang yang melihat. Anggap saja itu elusan perkenalan," ungkapnya kepada media.

Dia mengatakan, insiden tersebut terjadi pada 1 September 2019. Pemicunya diduga dia dianggap tidak dapat menyelesaikan renovasi pagar yang rusak dengan tuntas sesuai harapan.

"Tanggal 30 kan pagar rubuh, ada 9 ruas yang rusak dan Pak Taufik minta dicor. Pada tanggal 1 Oktober, baru 5 ruas yang selesai, sisa 4 lagi. Saya tidak bisa memanggil lebih banyak petugas (untuk memperbaiki) karena situasinya sudah malam," ungkapnya.

Bambang dan Taufik sudah bermalam selama dua hari melakukan pengawasan terhadap gedung DPRD Jabar, sehingga dirinya menilai bahwa insiden tersebut dipicu oleh kondisi keduanya yang telah sama-sama kelelahan.

"Mungkin pak ketua spontan karena kelelahan, akibatnya terjadi hal di luar prediksi. Mungkin beliau merasa beban karena ada keterlambatan (perbaikan pagar)," ungkapnya.

Berakhir Damai

Bambang mengatakan, permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Dia mengaku telah bertemu sebanyak dua kali dengan Taufik.

"Di pertemuan kedua suasana juga sudah cair, pak ketua khilaf, saya juga ada kesalahan. Kita ingin kerja dengan harmonis, jangan sampai ada benturan di kemudian hari," ungkapnya.

Dia juga mengaku Taufik telah meminta maaf atas kejadian tersebut.

"Iya, ada permintaan maaf. Kita saling memaafkan," pungkasnya. 

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers