web analytics
  

5 Karyawan PTDI Terjerat Kasus Penggelapan Onderdil Pesawat

Kamis, 3 Oktober 2019 18:36 WIB Fira Nursyabani
Bandung Raya - Bandung, 5 Karyawan PTDI Terjerat Kasus Penggelapan Onderdil Pesawat, PTDI, karyawan PTDI, PT Dirgantara Indonesia, Kejari Bandung, penggelapan onderdil pesawat

Pesawat N250 Gatotkaca karya Presiden Indonesia ke 3, BJ Habibie terparkir di Hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/9/2019). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Lima karyawan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Mereka diduga menggelapkan penjualan onderdil pesawat terbang hingga merugikan perusahaan sebesar Rp5,3 miliar lebih.

Kelima terdakwa itu yakni Agus Zaenudin selaku staf gudang, Indra Nanda Lesmana selaku staf gudang, Mochamad Randenaswara selaku staf umum, Dian Hardiansyah selaku supervisor qulity inspection, dan Wawan Kriswana selakukaryawan kontrak PT DI. Mereka diduga secara bersama sama menggelapkan 18 buah onderdil pesawat PTDI.

"Terdakwa (Agus) kemudian mengambil spare part pesawat yang dipesan dan dimasukan ke dalam tas punggung. Kemudian tas itu dibawa terdakwa ke hangar tempat Randenaswara bekerja. Kemudian tas punggung terdakwa ditukarkan dengan tas milik Randenaswara," kata jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung, Lucky di PN Bandung, Jalan L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Kamis (3/10/2019).

AYO BACA : Mengintip Pesawat N-250, Karya Habibie yang Terhenti

Jaksa menduga Agus melakukan aksi tersebut berulang kali dengan mengajak rekannya Indra. Dalam aksinya, Agus meminta Indra untuk mengambil empat buah konektor onderdil pesawat untuk diberikan kepada Randenaswara secara ilegal.

"Terdakwa Agus menawarkan upah sebesar Rp500 ribu untuk satu buah konektor. Saudara Indra menyanggupi dan mengambil empat buah konektor dari gudang tanpa melalui mekanisme pengeluaran barang yang berlaku," kata dia.

Akhirnya Agus dan Indra menggasak sebanyak 18 buah onderdil dari gudang yang diberikan kepada Randenaswara. Kemudian onderdil tersebut dijual Randenaswawa ke pihak luar dengan total nilai keseluruhan Rp429.500.000.

AYO BACA : Ribuan Karyawan PTDI Salat Gaib Doakan Habibie

Uang dari hasil penggelapan tersebut kemudian dibagikan oleh Randenaswara kepada Agus sebesar Rp358 juta. Sedangkan Randenaswara sendiri mendapat sisanya yang berjumlah Rp71 juta.

Dalam perkara ini, jaksa menduga selain kepada Randenaswara, Agus juga melakukam aksinya setelah diminta oleh terdakwa lainnya, Dian Hardiansyah. Agus kembali mendapat Rp45 juta setelah menyerahkan satu buah onderdil inverter pesawat CN235 atas permintaan Dian.

Sedangkan Dian mendapat Rp50 juta setelah memberikan onderdil CN235 itu kepada Wawan Kriswana. "Saudara Wawan kemudian menjual spare part itu kepada Benny Sobarna (pihak luar) dengan harga Rp80 juta yang dibayar secara bertahap," kata Jaksa.

Dengan demikian, kata Jaksa, PTDI mengalami kerugian senilai sekitar 374 ribu dolar AS atau sekitar Rp5,3 miliar dari 19 total onderdil yang digelapkan oleh lima terdakwa itu. Atas perbuatannya, kelima terdakwa itu dijerat Pasal 374 KUHPidana Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana Jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.

AYO BACA : Kenangan Habibie Tertinggal di Lantai 9 PTDI Bandung

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Di Bawah Ancaman Tutup, Seniman Saung Angklung Udjo Tetap Berkarya

Bandung Rabu, 27 Januari 2021 | 12:35 WIB

Yayan Mulyana, anak keenam Udjo Ngalagena adalah salah satu yang masih rutin 'menyulap' bilah-bilah bambu menjadi satu s...

Bandung Raya - Bandung, Di Bawah Ancaman Tutup, Seniman Saung Angklung Udjo Tetap Berkarya, Saung Angklung Udjo,Saung Angklung Udjo tutup,Kondisi Saung Angklung Udjo,Seniman Saung Angklung Udjo,Perajin Saung Angklung Udjo

Tim Gober Temukan Granat Nanas di Sungai Cikapundung

Bandung Rabu, 27 Januari 2021 | 12:25 WIB

Babinsa Maleer Sertu Teguh mengatakan, saat ini penemuan granat tersebut masih dalam penanganan pihak Polsek Batununggal...

Bandung Raya - Bandung, Tim Gober Temukan Granat Nanas di Sungai Cikapundung, Penemuan granat Bandung,Penemuan granat nanas Bandung,Granat nanas Cikapundung,Granat Nanas

Masih Aktif, Sesar Lembang Dipantau BMKG Sejak 1963

Bandung Rabu, 27 Januari 2021 | 10:03 WIB

Menurutnya, keaktifan sesar ini diindikasikan dengan adanya aktivitas gempa-gempa kecil yang masih terjadi di sepanjang...

Bandung Raya - Bandung, Masih Aktif, Sesar Lembang Dipantau BMKG Sejak 1963, Sesar Lembang,Gempa Sesar Lembang,dampak gempa sesar lembang,BMKG,sesar lembang adalah,sesar lembang bmkg,sesar lembang bahaya,sesar lembang 2021,sesar lembang bandung

31 Pelaku Usaha Disegel dan Didenda Selama PSBB Bandung

Bandung Rabu, 27 Januari 2021 | 09:52 WIB

Kepala Bidang Penegakan produk hukum daerah (PPHD) Satpol PP Kota Bandung Idris Kuswandi menyebutkan, ada 31 pelanggaran...

Bandung Raya - Bandung, 31 Pelaku Usaha Disegel dan Didenda Selama PSBB Bandung, PSBB Bandung, PSBB Proporsional Bandung,Minimarket Disegel,Restoran di Bandung

Transpuan Ditemukan Tak Bernyawa di Hotel, Tak Ada Tanda Kekerasan

Bandung Rabu, 27 Januari 2021 | 09:00 WIB

Temukan Transpuan Tak Bernyawa di Kamar Hotel, Ini Penjelasan Polisi

Bandung Raya - Bandung, Transpuan Ditemukan Tak Bernyawa di Hotel, Tak Ada Tanda Kekerasan, mayat transpuan Bandung,mayat transpuan hotel Bandung,Penemuan Mayat Bandung,Berita Bandung,Polsek Sumur Bandung

Catat! Ini Waktu Operasional Toko, Pasar, Tempat Wisata Selama PSBB Ba...

Bandung Rabu, 27 Januari 2021 | 07:19 WIB

Ada sejumlah perubahan pada Perwal no 3 tahun 2021 dari Perwal no 1 tahun 2021.

Bandung Raya - Bandung, Catat! Ini Waktu Operasional Toko, Pasar, Tempat Wisata Selama PSBB Bandung, Waktu operasional PSBB Bandung,PSBB Bandung Raya,Jam buka pasar PSBB Bandung,PSBB Bandung

Bandung Raya Diprakirakan Hujan Sampai Malam

Bandung Rabu, 27 Januari 2021 | 06:27 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, hujan akan mengguyur sejak siang hingga malam.

Bandung Raya - Bandung, Bandung Raya Diprakirakan Hujan Sampai Malam, Cuaca Bandung Hari Ini,Cuaca Bandung,cuaca Bandung BMKG,Prakiraan Cuaca Bandung

Sesosok Mayat Transpuan Dievakuasi dari Hotel di Jalan Naripan

Bandung Rabu, 27 Januari 2021 | 05:57 WIB

Tidak ditemukan kejanggalan saat olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh petugas Polsek Sumur Bandung.

Bandung Raya - Bandung, Sesosok Mayat Transpuan Dievakuasi dari Hotel di Jalan Naripan, Penemuan Mayat Bandung,mayat transpuan Bandung,mayat transpuan hotel Bandung,Berita Bandung,Polsek Sumur Bandung

artikel terkait

dewanpers