web analytics
  

Tip Jadi SDM Unggul di Era Teknologi dari Menteri Keuangan

Kamis, 3 Oktober 2019 14:14 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati. (Bea Cukai)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Di era revolusi industri 4.0, banyak pekerjaan manusia yang akan digantikan robot atau kecerdasan buatan.

Penelitian menunjukkan pekerjaan yang bersifat pengulangan dan menghafal telah mulai tergerus oleh perkembangan teknologi otomatisasi, robot, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Namun demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengindikasikan terdapat beberapa keterampilan manusia yang tidak mudah digantikan mesin, misalnya empati, kreativitas, dan keahlian analitis atas masalah yang bersifat kompleks.

AYO BACA : 3 Strategi Pariwisata Hadapi Industri 4.0 Ala Menpar

Oleh karena itu, agar menjadi sumber daya manusia unggul di era teknologi, individu perlu mengasah kemampuan tersebut dengan terus memanfaatkan perkembangan teknologi.

Hal ini disampaikan Menkeu pada acara Milad Universitas Aisyiyah (UNISA) dengan tema "Mendidik Generasi Unggul Cendekia untuk Kemandirian Ekonomi Bangsa" di Gedung B, UNISA Yogyakarta, Rabu (2/10/2019).

"Teknologi (industri 4.0) bisa merusak atau menghancurkan lapangan kerja yang selama ini dilakukan oleh manusia. Lapangan kerja yang bersifat manual, repetitif sangat mudah diganti oleh robot dan terkena dampak otomatisasi," ujar Sri Mulyani.

AYO BACA : Hati-hati, Gunakan Maskara Setiap Hari Berbahaya bagi Mata

Mulyani menyampaikan pendekatan pendidikan yang hanya memfokuskan pada pengembangan IQ anak didik saja tanpa mengasah kemampuan EI tidak lagi relevan saat ini dan di masa depan. Ia menilai ilmu yang sifatnya memorizing, menghafal akan sangat mudah digantikan oleh artificial intelligence.

"Sekarang ini robot IQ-nya mudah mencapai 700 bahkan sekarang sudah 70 ribu. (Sedangkan) orang dengan IQ 150 sudah dianggap jenius. Jadi, jika harus berkompetisi dengan robot dari sisi IQ, maka kemungkinan manusia akan dikalahkan," lanjutnya.

Menkeu menegaskan, agar generasi muda mengasah keahlian yang tidak hanya bersifat kognitif tetapi juga mengasah kepekaan, rasa, dan kreativitas.

Individu dengan menggabungkan segala keahlian tersebut, diharapkan dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang kompleks dan rumit yang memerlukan penanganan tidak hanya mengandalkan kecerdasan tetapi juga empati dan inovasi.

"Kita harus mampu mendidik manusia yang tidak hanya memorizing, melakukan manual work, tetapi yang mampu melakukan analytical work, kreativitas, suatu komplek problem solving. Itu hanya bisa dilakukan oleh manusia melalui interaksi otak dan hati. Robot bisa menggantikan (kecerdasan) otak kita tapi dia tidak bisa meng-create hati," ucap Menkeu.   

AYO BACA : Tabur Pupuk dan Benih, Mentan dan Petani Gunakan Drone

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers