web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Warga Melong Ragu Janji Ajay Tangani Banjir Terealisasi

Rabu, 2 Oktober 2019 23:29 WIB Tri Junari

Banjir di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. (Dok Ayobandung.com)

CIMAHI SELATAN, AYOBANDUNG.COM--Warga RW02 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi ragu janji politik Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna menanggulangi banjir tahunan Melong bisa terealisasi.

Jaja Supriatna (58) warga Kampung Sukamulya RT02 RW02 Kelurahan Melong meragukan program prioritas Ajay dalam upaya penanggulangan banjir melong. Keraguan warga didasarkan pada fakta di lapangan yang tidak melihat aktifitas fisik penanggulangan.

"Waktu nyalon dia datang kesini janji akan segera ditangani, udah jadi mana buktinya," tanya Jaja, Rabu (2/10/2019).

Jaja yang sudah tinggal puluhan tahun di Melong mengaku bosan setiap musim penghujan bergelut dengan banjir. Mulai tahun 2013 ketinggian air saat banjir di rumahnya terus naik hingga mencapai 1,5 meter.

"Mau pindah kalau kejual rumah. Tapi susah juga dijualnya, mungkin udah tahu suka banjir di sini," tandasnya

AYO BACA : Masuk Penghujan, Cimahi Siap Hadapi Banjir Melong

Sementara itu, Pemerintah Kota Cimahi Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) sedang berupaya melakukan langkah agar banjir Melong tidak terjadi lagi.

Langkah itu berupa wacana pelebaran aliran sungai di wilayah Cigugur Tengah dan pelebaran saluran di wilayah hilir yakni Melong.

Kepala DPKP Kota Cimahi, Muhamad Nur Kuswandana mengatakan untuk pelebaran sungai, Kota Cimahi harus memebaskan lahan milik warga di dua wilayah tersebut.

Ada sekitar 27 bidang tanah di RW 08 dan 17 Kelurahan Cigugur yang harus dibebaskan. Namun, pembebasan lahan sebagai upaya pengentasan banjir dipastikan gagal direalisasikan tahun ini.

"Saya tidak optimis, jadi pesimis bahkan bisa batal atau gagal pembebasan lahan," katanya saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (2/10/2019).

AYO BACA : HUT ke-18, Kota Cimahi Berkomitmen Wujudkan Harapan Masyarakat

Pembebasan lahan terkendala nilai jual yang terlampau tinggi dari harga yang sudah ditetapkan tim appraisal. Pemilik lahan bersikukuh untuk mempertahankan harga yang diinginkannya.

"Harga yang diminta masyarakat luar biasa sangat mahal. Targetnya tahun ini selesai, sudah negosiasi tapi buntu," ujarnya.

Begitupun dengan pembebasan lahan di Melong. Lahan yang akan dibebaskan di wilayah itu adalah milik perusahaan atas nama Ahin. Namun, penetapan lahannya harus ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat. Dengan permasalahan tersebut, pembebasan lahan juga akan tertunda.

"Sudah ke BKSDA untuk penyampaian di Cimahi butuh penetapan lokasi," ucap Nur.

Dengan tertundanya pembebasan lahan tersebut, DPKP Kota Cimahi akan membuat tanggul sepanjang 150 meter dengan ketinggian 1,5 meter di sekitar aliran sungai Melong. Penanganan sementara itu dilakukan agar air saat hujan nanti tidak masuk ke jalan dan pemukiman warga.

"Mudah-mudahan minggu ini mulai pemasangan tanggul di Jalan Suka Haji karena biasanya air lebih tinggi dari tanggul sehingga masuk ke jalan dan RW 02," pungkasnya.

AYO BACA : Bantuan Datang Setelah 16 Tahun Jadi Korban Banjir

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers