web analytics
  

Rupiah Menguat Dipicu Intervensi Bank Indonesia

Rabu, 2 Oktober 2019 21:02 WIB Dadi Haryadi

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS. (istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore mengalami apresiasi menyusul intervensi Bank Indonesia di pasar keuangan.

Pergerakan rupiah pada Rabu sore ini  menguat 18 poin atau 0,13 persen menjadi Rp14.195 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.213 per dolar AS.

AYO BACA : Rupiah Menguat, Sinyal Positif Kondisi Global

"Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar keuangan domestik sehingga rupiah terapresiasi, intervensi itu juga bersaman dengan mulai jenuhnya pelaku pasar terhadap dolar AS yang telah terapresiasi dalam beberapa hari terakhir," ujar Kepala Riset Valbury Asia Future Lukman Leong di Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Dia menambahkan intervensi Bank Indonesia terhadap rupiah itu juga seiring dengan mulai redanya aksi demonstrasi di dalam negeri. Ia mengharapkan situasi politik dan keamanan di dalam negeri terus berangsur membaik.

AYO BACA : Rupiah Menguat Akibat Penurunan Bunga Acuan BI

Dari eksternal, lanjut dia, dolar AS juga sedang mengalami tekanan menyusul data Indeks Manufaktur AS bulan September yang di bawah ekspektasi. Selanjutnya, pelaku pasar menanti data pekerja AS terbaru dan hasil pertemuan Amerika Serikat dan China mengenai perang dagang.

"Potensi rupiah melanjutkan apresiasi masih terbuka, asalkan data AS di bawah ekspektasi dan tensi perang dagang yang mereda," kata Lukman Leong.

Direktur Utama Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menambahkan menurunnya tensi politik dalam negeri pasca demonstrasi RUU KUHP dan Revisi UU KPK juga sedikit meredakan sentimen negatif yang beredar di pasar.

"Diharapkan tidak ada lagi gesekan-gesekan yang dapat memicu kekisruhan," katanya.

Dia memproyeksikan pada perdagangan Kamis (3/10/2019) besok, rupiah masih terbuka peluang untuk melanjutkan penguatan meski terbatas, di kisaran Rp14.165-Rp14.205 per dolar AS.

AYO BACA : Rupiah Menguat Seiring Kenaikan Cadangan Devisa

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers