web analytics
  

BMKG: Musim Hujan Kota Bandung Diprediksi Awal November

Rabu, 2 Oktober 2019 16:29 WIB Nur Khansa Ranawati

Para narasumber FGD Gerakan Tanah 2019 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Auditorium Geologi, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (10/2/2019). (ayobandung.com/Nur Khansa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan untuk Kota Bandung akan dimulai pada November 2019. Waktu yang sama juga berlaku untuk seluruh Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat dan Timur serta Bali.

Hal tersebut diungkap Kepala Bidang Layanan Informasi Cuaca BMKG Pusat, Ana Oktavia Setiowati. Dirinya menyebutkan, puncak musim hujan untuk wilayah Pulau Jawa dan sekitarnya diperkirakan Januari 2020.

"Pulau Jawa hampir seluruhnya akan mulai memasuki musim hujan di November-Desember 2019. Sekarang kan angin sudah lebih kencang dan suhu juga lebih dingin. Puncaknya Januari 2020," jelasnya ketika ditemui selepas mengisi acara FGD Gerakan Tanah 2019 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Auditorium Geologi, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (10/2/2019).

Dirinya mengatakan, berdasarkan analisa BMKG hingga September 2019, mayoritas daerah di Indonesia masih berada pada kondisi curah hujan yang rendah. Kondisi curah hujan menengah baru dialami sebagian kecil daerah meliputi sejumlah daerah di Sumatera Utara seperi Aceh, juga sebagian Papua.

"Sementara pada Desember nanti diperkirakan hampir semua wilayah di Indonesia akan memasuki curah hujan yang tinggi. Kewaspadaan kita sudah harus dimulai," ungkapnya.

Musim hujan di Indonesia tahun ini, Ana menyebutkan, mundur sebanyak satu hingga dua dasarian (1 dasarian = 10 hari) bila dibandingkan dengan musim hujan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh suhu permukaan laut di Indonesia yang hingga saat ini masih terpantau dingin.

"Sehingga energi penggerak hujan masih rendah, jadi curah hujan pun masih rendah," jelasnya.

Waspada Longsor

Dirinya mengatakan, masyarakat dapat mulai mempersiapkan diri memasuki musim hujan dengan senantiasa mengakses inforasi terkait perubahan cuaca di daerah masing-masing yang disediakan BMKG melalui berbagai portal, salah satunya media sosial. Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses laman web signature.bmkg.go.id untuk mengetahui rekomendasi tingkat kecamatan yang dapat dilakukan warga apabila terjadi hujan.

Semetara itu, Kepala PVMBG, Kasbani menyebutkan, salah satu potensi bencana yang mengintai saat memasuki musim hujan adalah pergerakan tanah seperti longsor. Hal ini terutama rentan terjadi pada daerah yang memiliki kriteria tanah tertentu, salah satunya adalah yang mengalami kekeringan pada musim kemarau.

"Tanah yang lama enggak kena air dan ada retak-retaknya itu ketika terisi air di musim hujan bisa memicu longsor. Ada baiknya mengurangi potensi itu dengan meerhatikan jalur-jalu air, drainase, dan mengisi retakan-retakan tanah dengan tanah halus atau tanah lempung," pungkasnya.

Selain itu, tanah yang berkontur lereng, memiliki tingkat pelapukan yang tinggi, tata guna lahannya berubah hingga lokasinya dekat dengan mata air dan sungai juga disebutkan merupakan kawasan yang berpotensi mengalami longsor di musim penghujan.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers