web analytics
  

3 Tuntutan Utama Demo Buruh Hari Ini

Rabu, 2 Oktober 2019 16:14 WIB Faqih Rohman Syafei
Bandung Raya - Bandung, 3 Tuntutan Utama Demo Buruh Hari Ini, demo buruh, demo buruh saat pidato kenegaraan, pidato kenegaraan jokowi, pidato jokowi didemo

Demo Buruh di Gedung Sate. (ayobandung.com/Faqih)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jabar menggelar unjuk rasa di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (2/10/2019).

Sebanyak tiga aspirasi utama mereka suarakan, diantaranya menolak RUU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan, serta menagih revisi PP No. 78 tahun 2015.

"Sebanyak tiga tuntutan utama kami suarakan kepada pemerintah agar segera didengar," ujar Ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Mesin dan Komponen (FSPMI) Purwakarta, Ade Supyani di lokasi, Rabu (2/10/2019).

Ade mengatakan persoalan ketenagakerjaan menjadi perhatian kaum buruh. Pasalnya dengan adanya rencana RUU No. 13 tahun 2003 membuat kehidupan kaum buruh semakin sulit dengan adanya sejumlah kebijakan yang tidak memihak buruh. 

"Adanya revisi UU No. 13 itu adalah penurunan kesejahteraan, dengan penghilangan pesangon, sistem upah diturunkan dan kerja lebih ke kontrak dan magang tanpa kepastian hukum bagi pekerja," katanya. 

Selain itu, wacana kenaikan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100% semakin menyulitkan kaum buruh dan masyarakat menengah ke bawah.

"Kami secara tegas menolak agar rencana kenaikan iuran BPJS dibatalkan. Untuk masyarakat mandiri menengah ke bawah sangat keberatan, karena sangat menguras ekonomi masyarakat," sebutnya.

"Kami juga meminta agar PP No. 78 tahun 2015 direvisi, dengan kenaikan upah yang dipatok sebesar 8% pertahun tidak sebanding dengan pengeluaran masyarakat semakin hari semakin naik, makanya kami minta revisi PP," katanya. 

Ade menambahkan aksi ini merupakan bentuk peringatan kepada pemerintah agar mendengarkan tuntutan para buruh. Jika dihiraukan, dia mengancam akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih banyak lagi. 

"Intinya ini baru awal sebagai peringatan bagi pemerintah,  kami rela 1 sampai 2 hari tinggalkan pabrik dan mesin produksi di semua lini. Kami akan tinggalkan pos - pos produksi dan akan lakukan protes yang lebih besar. Semoga tuntutan kami di dengar," pungkasnya. 

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers