web analytics
  

La Nyalla Mattalitti, dari Tersangka Korupsi hingga Ketua DPD RI

Rabu, 2 Oktober 2019 11:41 WIB Fira Nursyabani
Umum - Nasional, La Nyalla Mattalitti, dari Tersangka Korupsi hingga Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti, ketua DPD RI, tersangka korupsi, pelantikan DPD RI, pimpinan DPD RI

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2019 - 2024 La Nyalla Mahmud Mattalitti (kiri), Nono Sampono (kedua kiri), Sultan Bachtiar Najamuddin (kedua kanan), dan Mahyudin (kanan) memaparkan visi dan misi saat pencalonan ketua pada sidang paripurna DPD di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Jawa Timur La Nyalla Mattalitti terpilih sebagai Ketua DPD periode 2019-2024. Ia resmi menggantikan Oesman Sapta Odang (OSO).

La Nyalla mengungguli tiga calon ketua DPD terpilih lainnya, yaitu Senator asal Maluku Nono Sampono, Senator Mahyudin, dan Senator Bengkulu Sultan Bachtiar. Tercatat 131 surat suara yang sah dan satu suara abstain di papan penghitungan suara.

La Nyalla unggul dengan perolehan 47 suara, mengungguli Senator Nono Sampono dengan 40 suara, Senator Mahyudin dengan 28 suara, dan Senator Sultan Bachtiar dengan 18 suara.

Ia sebelumnya menjanjikan tiga hal, yaitu mengadakan rumah tinggal di Jakarta untuk anggota DPD periode 2019-2024, memperjuangkan aspirasi perempuan, dan menambah jumlah staf dari tiga orang menjadi tujuh orang.

AYO BACA : Deretan Nama yang Digadang-gadang Bakal Menduduki Kursi Ketua MPR

La Nyalla bahkan berani berjanji untuk menemui Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk merealisasikan janji-janji tersebut. "Banyak anggota DPD di daerah yang tidak memiliki rumah di Jakarta. Saya akan berbicara ke Menteri Keuangan agar ada pertimbangan kembali," ujar La Nyalla.

Mantan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) itu, juga berjanji mewujudkan sistem ketatanegaraan yang ideal. Untuk itu, ia juga membagi program kerjanya ke dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

"Jangka pendek menyangkut kepentingan anggota DPD yang akan saya perjuangkan. Sejak DPD RI berdiri hanya ada empat kantor di daerah. Ini harus kita teruskan. Kalau saya dipercaya," ujar La Nyalla.

Dalam jangka menengah dan jangka panjang, ia berjanji akan menjadikan DPD sebagai lembaga yang dapat menampung berbagai dinamika bangsa dan daerah.

AYO BACA : KPK Akan Pantau Harta Anggota DPR Setiap Tahun

Sedangkan, calon ketua DPD lainnya bersepakat siapa pun yang terpilih jadi ketua, maka tidak boleh ada pendukung mereka yang terpecah belah. Semua calon ketua DPD terpilih telah bermufakat untuk menyerahkan mekanisme pemilihan kepada seluruh senator yang hadir.

La Nyalla lahir dengan nama lengkap La Nyalla Mahmud Matalitti. Ayahnya, Mahmud Mattalitti, merupakan dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Sedangkan kakeknya, Haji Mattalitti, merupakan seorang saudagar besar asal Bugis, Sulawesi Selatan, yang cukup berpengaruh di Surabaya, Jawa Timur.

Meski berasal dari keluarga berkecukupan, rupanya La Nyalla pernah bekerja serabutan. Saat muda, dia juga dikenal dengan sifat bengal hingga akhirnya menjelma sebagai sosok pengusaha berpengaruh di Surabaya.

Pamor La Nyalla kian mencuat saat berkiprah di PSSI. Pria kelahiran 10 Mei 1959 itu pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI periode 2015-2016, sebelum akhirnya lengser.

Di bawah pimpinan La Nyalla, PSSI telah dihadapkan pada pembekuan atas sanksi yang diberikan oleh Menpora Imam Nahrawi akibat kebijakan soal hasil rekomendasi BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) yang tidak meloloskan Arema Malang dan Persebaya Surabaya.

Di tengah konflik tersebut, muncul kasus dugaan korupsi yang menjerat La Nyalla. Ia diduga menyelewengkan dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2011 - 2014 saat menjadi pengusaha dan sebagai Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jatim.

La Nyalla kemudian ditetapkan tersangka. Kongres Luar Biasa PSSI memutuskan untuk memaksa mundur La Nyalla usai dirinya ditetapkan sebagai tersangka. Namun, majelis hakim memvonis bebas Ketua Pemuda Pancasila Jatim itu, dalam persidangan yang digelar Pengadilan Tipikor pada 27 Desember 2016.

AYO BACA : Puan Maharani Resmi Jadi Ketua DPR RI 2019-2024

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Warganet Ramai Kritik Moeldoko, Disuruh Buat Partai Sendiri

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 23:17 WIB

Warganet ramai-ramai kritik Moeldoko karena ambil alih Partai Demokrat lewat kongres luar biasa atau KLB di Serdang, Sum...

Umum - Nasional, Warganet Ramai Kritik Moeldoko, Disuruh Buat Partai Sendiri, Moeldoko,Partai Demokrat,klb demokrat

KLB Partai Demokrat Diwarnai Bentrokan, Warga dan Aparat Jadi Korban

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 23:13 WIB

Dualisme Partai Demokrat yang mencuat dengan adanya Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di The Hill Hotel Sibolangit K...

Umum - Nasional, KLB Partai Demokrat Diwarnai Bentrokan, Warga dan Aparat Jadi Korban, KLB Partai Demokrat,Bentrokan KLB Demokrat,Kudeta Partai Demokrat

Imun Muncul 28 Hari Usai Vaksinasi Kedua

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 22:39 WIB

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, efektivitas vaksin atas timbulnya imun baru akan efektif muncul pada 2...

Umum - Nasional, Imun Muncul 28 Hari Usai Vaksinasi Kedua, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin,Vaksinasi Covid-19,imun tubuh

SBY: Saya Tak Pernah Merusak Partai Lain

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 22:16 WIB

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara tegas menyatakan Kongres Luar Biasa PD di De...

Umum - Nasional, SBY: Saya Tak Pernah Merusak Partai Lain, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),Kudeta Parta Demokrat,Kongres LB Partai Demokrat,Moeldoko

AHY: Moeldoko Ketua Umum Demokrat Abal-Abal

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 20:01 WIB

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa kongres luar biasa (KLB) yang digelar di Deli...

Umum - Nasional, AHY: Moeldoko Ketua Umum Demokrat Abal-Abal, Kudeta Partai Demokrat,Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),Kepala KSP Moeldoko,klb demokrat

KLB Partai Demokrat Tetapkan Moeldoko Jadi Ketua Umum

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 16:13 WIB

Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat  menetapkan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai ketua umum p...

Umum - Nasional, KLB Partai Demokrat Tetapkan Moeldoko Jadi Ketua Umum, klb demokrat,moeldoko demokrat,Moeldoko,Partai Demokrat,Hinca Panjaitan,Jhoni Allen Marbun

Ngomong Benci Produk Asing, Jokowi: Gitu Aja Kok Ramai

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 15:08 WIB

Ngomong Benci Produk Asing, Jokowi: Gitu Aja Kok Ramai

Umum - Nasional, Ngomong Benci Produk Asing, Jokowi: Gitu Aja Kok Ramai, jokowi benci produk asing,boikot produk asing,jokowi,Produk Dalam Negeri

Garuda Indonesia Sediakan Tes Antigen Gratis Bagi Penumpang Domestik

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 14:29 WIB

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia meluncurkan program layanan rapid test antigen gratis bagi seluruh penumpang rute...

Umum - Nasional, Garuda Indonesia Sediakan Tes Antigen Gratis Bagi Penumpang Domestik, Garuda Indonesia tes antigen,tes antigen Garuda Indonesia,Garuda Indonesia,Rapid Test Antigen
dewanpers