web analytics
  

Komentari Perppu KPK, Wapres JK: di Mana Wibawa Pemerintah?

Selasa, 1 Oktober 2019 18:05 WIB Fira Nursyabani

Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla. (ANTARA FOTO/Reuters/Carlo Allegri)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan rencana penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) justru akan menunjukkan lemahnya kewibawaan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu karena Presiden menganulir keputusannya sendiri lewat surat presiden (surpres).

"Kan baru saja Presiden teken berlaku (revisi UU KPK), masa langsung Presiden sendiri menarik itu. Di mana kita mau tempatkan kewibawaan Pemerintah? Baru meneken berlaku lalu satu minggu kemudian ditarik lagi. Logikanya dimana?" kata Wapres JK kepada wartawan di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (1/10/2019).

AYO BACA : HMI Jabar Desak Pemerintah Segera Keluarkan Perppu KPK

Penerbitan perppu juga tidak serta merta menjamin emosi masyarakat mereda sehingga unjuk rasa di Jakarta dan sejumlah daerah akan terhenti, tambah Wapres. "Belum tentu juga. Siapa yang menjamin?" tambahnya.

JK  pun berpendapat agar polemik UU KPK yang sudah direvisi itu diselesaikan di Mahkamah Konsitusi melalui uji materi, meskipun UU baru tersebut belum dinomori.

AYO BACA : BEM Jawa Barat: Belum Saatnya Pemerintah Terbitkan Perppu UU KPK

"Saya tidak ingin memberikan komentar tentang perppu karena sudah berjalan di MK. Lebih baik kita tunggu apa yang di MK, kan sudah berjalan proses di MK," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan akan mempertimbangkan menerbitkan Perppu KPK untuk mengganti UU tentang KPK yang telah disepakati DPR dan Pemerintah untuk direvisi.

Pada saat pembahasan revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, Presiden telah mengirimkan surat presiden (surpres) ke DPR. Surpres itu berisi bahwa Presiden Jokowi memerintahkan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), yang saat itu dijabat Yasonna Laoly, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin sebagai wakil Pemerintah dalam pembahasan revisi.

AYO BACA : Akbar Tanjung Nilai Perppu KPK Harus Memenuhi Unsur Genting

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers