web analytics
  

Industri Tekstil Kabupaten Bandung Terancam Produk Impor

Selasa, 1 Oktober 2019 11:13 WIB Mildan Abdalloh

Ilustrasi industri tekstil. (Kavin Faza/ayobandung.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Industri tekstil di Kabupaten Bandung terancam oleh produk impor dari luar negeri. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung, Popi Hopipah mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, industri tekstil di Kabupaten Bandung terus melesu.

AYO BACA : Industri Tekstil Indonesia Alami Tekanan Berat, Ini yang Dilakukan API dan CCI

"Dulu bahan baku yang diimpor saja sangat berpengaruh, sekarang yang diimpor sudah barang jadi. Industri tekstil di Majalaya bisa mati," tutur Popi, Selasa (1/10/2019).

AYO BACA : IKM Tekstil Majalaya Terancam Gulung Tikar

Impor produk tekstil yang sudah menjadi barang seperti pakaian, akan membuat industri lokal kalah saing, mengingat harga barang impor jauh di bawah pasaran. "Kalaupun ke depan masih bertahan, kemungkinan hanya akan maklun saja. Misalnya bahan dikirim, pengerjaannya di sini," ujarnya.

Jika kondisi masih seperti ini, kata Popi, bukan tidak mungkin industri tekstil Majalaya bisa gulung tikar. Bahkan saat ini isu pemutusan hubungan kerja (PHK) sudah mulai terdengar.

"Isunya memang banyak PHK, kami akan melakukan dialog dengan asosiasi sarung Majalaya terkait masalah ini," ujarnya.

Hasil dari dialog tersebut akan dilaporkan kepada Kementerian Perdagangan supaya bisa dilakukan langkah pencegahan bangkrutnya industri tekstil Majalaya.

AYO BACA : Kontribusi Tekstil Indonesia Baru 2%

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers